Selasa, 21 November 2017

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI (PENGGUNAAN GOOGLE FORM)

Semakin berkembangnya teknologi, semakin memudahkan kita dalam melakukan banyak hal. Contohnya seperti pada saat kita ingin melakukan penelitan, sebelum adanya google form, kita membagikan kuesioner secara manual. Google Form atau yang disebut google formulir adalah alat yang berguna untuk membantu anda merencanakan acara, mengirim survei, memberikan siswa atau orang lain kuis, atau mengumpulkan informasi yang mudah dengan cara yang efisien. Form juga dapat dihubungkan ke spreadsheet. Jika spreadsheet terkait dengan bentuk, tanggapan otomatis akan dikirimkan ke spreadsheet. Jika tidak, pengguna dapat melihat mereka di “Ringkasan Tanggapan” halaman dapat diakses dari menu Tanggapan.

Salah satu alasan dari banyak pengguna yang mungkin tidak menyadari Google Form adalah bahwa mereka ditemukan bukan sebagai aplikasi terpisah, melainkan sebagai bagian dari Google Drive. Dengan demikian, untuk membuat formulir baru, anda harus terlebih dahulu login ke gmail atau Google Apps. Dengan Spreadsheets memungkinkan untuk menunjukan bagaimana anda dapat menggunakan software ini untuk mengajukan berbagai pertanyaan, termasuk dimana pengguna anda merespon dengan jawaban teks sederhana atau respon teks lebih lanjut. Anda dapat meminta pertanyaan pilihan ganda, daftar pertanyaan, pertanyaan skala, dan masih banyak lagi. Ketika berbagi formulir anda dengan orang lain, anda dapat mengatur mereka untuk tampil dengan tema yang mengesankan dengan akses yang mudah.

Manfaat Google Form untuk aktifitas sehari-hari :
Distribusi dan tabulasi online dan real-time
Real time collaboration: 50 orang dapat bekerja dalam satu berkas dalam satu waktu. Setiap perubahan disimpan secara otomatis.
Aman: menyimpan berkas penting atau tugas sekolah tidak takut hilang atau rusak atau terkena virus.
Mendorong paperless culture: tidak lagi print-print formulir, semuanya dijadikan online, bahkan tabulasi hasilnya pun otomatis dan sudah online

Contoh Penggunaan Google Form dalam bidang psikologi adalah membagikan kuesioner guna penelitian dalam bidang psikologi.


SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI (LAYANAN PSIKOLOGI)

Selain dapat digunakan untuk memberi hasil tes psikologi, SIP (sistem informasi psikologi) juga dapat dimanfaatkan untuk layanan psikologi atau yang biasa disebut psikolog online.

Kelebihan Psikolog Online

Saat ini, banyak orang yang tidak mau mengikuti konsultasi psikologi karena adanya rasa minder dan takut. Banyak yang merasa bahwa ketika sudah datang ke psikolog, artinya mereka mengalami masalah yang serius dan sering dianggap sakit jiwa. Namun demikian, hal ini sebenarnya kurang tepat. Karena itu psikolog online bisa menjadi alternatif yang cukup membantu mengatasi masalah ini. Dengan adanya psikologi online, seseorang tidak perlu merasa takut, karena identitas mereka benar-benar akan dirahasiakan. Mereka tidak perlu takut akan ada orang yang melihat mereka datang ke psikolog, dan tidak perlu takut juga ada orang lain yang mengetahui masalah mereka.
Kelebihan berikutnya dari psikolog online adalah lebih mudah dijangkau. Tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk pergi ke biro atau klinik psikologi, cukup mengirimkan email, atau bertanya melalui chat yang disediakan oleh situs psikolog online. Hal ini akan membuat layanan psikologi, seperti konseling menjadi lebih mudah dijangkau dan lebih mudah untuk dilaksanakan.
Layanan psikologi online biasanya termasuk ke dalam layanan psikolog online gratis, sehingga anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk bertanya. Hal ini sangat cocok untuk anda yang ingin bertanya atau berkonsultasi tentang beberapa hal yang menyangkut ilmu psikologi, dan masalah psikologi yang ada.
Paling tidak, dengan melakukan konsultasi dengan psikolog online, anda bisa mengetahui garis besar jawaban dari pertanyaan anda, meskipun nantinya harus ada follow up di lain hari.

Kekurangan Psikolog Online

Meskipun memiliki beberapa kelebihan, namun demikian layanan psikologi online juga memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan pertama adalah proses asesmen tidak berjalan maksimal, karena hanya mengandalkan pertanyaan satu arah saja dan tidak melibatkan observasi.
Psikolog hanya bisa melihat keadaan klien melalui email atau chat saja. Hal ini tentu saja menjadi kekurangan karena proses asesmen berjalan tidak lengkap dan optimal.
Berikutnya, yang bisa menjadi kekurangan dari layanan psikologi online adalah sulit melakukan intervensi psikologi. Intervensi psikologi sulit diterapkan secara online, karena membutuhkan beberapa kali pertemuan tatap muka. Karena itu, psikolog online tanpa adanya fasilitas pertemuan tatap muka bisa dianggap kurang efektif dalam menangani permasalahan psikologis seseorang.
Kelemahan dan kekurangan berikutnya dari layanan psikologi online adalah komunikasi yang kurang efektif, karena hanya menggunakan fitur seperti email dan chat saja. Untuk pertanyaan-pertanyaan singkat mungkin efektif. Namun apabila anda memiliki permasalahan yang cukup rumit, maka layanan psikologi online sepertinya bukan solusi terbaik yang bisa anda pilih.
Jadi, psikolog online merupakan layanan jasa psikologi online yang efektif apabila anda ingin bertanya tentang hal-hal yang simple dan sederhana, misalnya “Apakah saya mengalami gangguan kepribadian antisosial?” atau, “bagaimana saran terbaik untuk mengatasi phobia?”. Pertanyaan seperti ini mungkin bisa terjawab dengan layanan psikologi online. Namun, untuk permasalahan dan pertanyaan yang lebih kompleks dan rumit, psikolog online bisa dikatakan kurang efektif.

Berikut adalah link untuk layanan psikologi online : http://www.tanyapsikolog.com/

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI (TEST MBTI)

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa psikologi dapat dikaitkan dengan bidang ilmu lainnya, yaitu sistem informasi. Contoh selanjutnya adalah tes kepribadian MBTI.

Test MBTI atau Myers Briggs Type Indicator, merupakan sebuah metode pengukuran berbentuk kuesioner yang digunakan untuk membaca kepribadian seseorang, khususnya untuk memahami bagaimana seseorang menilai sesuatu dan membuat keputusan, metode ini dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya Isabel Briggs Myers berdasarkan teori kepribadian yang dikemukakan oleh Carl Gustav Jung dalam bukunya Psychological Types (1921M). Instrument tes yang mulai dikembangkan pada masa Perang Dunia Ke-II ini pertama dipublikasikan pada 1962M, dengan tujuan awal untuk membuat teori kepribadian C.G Jung ini dapat diaplikasikan dalam penggunaan praktis dan lebih mudah dimengerti, sehingga dapat membantu para pekerja untuk menemukan pekerjaan yang paling cocok dengan diri mereka.

Berbagai tes kepribadian memang telah dikenal dan dikembangkan selama beratus-ratus tahun lamanya, meski demikian sampai hari ini belum ada teori maupun alat tes yang benar-benar memiliki keaakuratan seratus persen dalam mengidentifikasikan tipe kepribadian manusia, hal ini tentu tidak lepas dari keterbatasan kemampuan manusia untuk mampu memahami cara kerja otak sebagai sebuah ciptaan Sang Kuasa yang ia ciptakan dengan begitu unik, sehingga menjadikan nyaris tidak ada manusia yang benar-benar sama di muka bumi ini (atau mungkin benar-benar tidak ada).

Tes Kepribadian MBTI yang masuk kedalam jenis tes kepribadian Objektif ini meskipun telah menjadi Tes Kepribadian yang boleh dikatakan terpopuler untuk jenisnya, dan telah dikenal sebagai salah satu Tes Kepribadian terakurat namun tetap saja tidak akan mampu terlepas dari ketidaksempurnaan ciptaan manusia. Namun demikian setidaknya jika kita menggunakan prinsip hukum 20/80  dari Vilfredo Pareto, yang berarti “kita dapat menggunakan alat ukur yang hanya mengukur 20% saja namun mampu mewakili sebagian besar (80%) aspek yang diukur”, maka kita dapat memahami tentang hasil test ini bahwa paling tidak dapat memberikan gambaran dari Tipe Kepribadian audiensnya (meskipun bukan cerminan sempurna).

Dimensi MBTI

Metode MBTI sendiri terbagi atas 4 dimensi utama yang bersifat dikotomi atau saling berlawan, yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga dengan mengetahuinya kita dapat memaksimalkan potensi kelebihan yang kita miliki, serta memninimalisir potensi kekurangan yang mungkin ada dalam diri kita. Meskipun bersifat dikotomi , kita akan tetap memiliki kedua bagian dari masing-masing dimensi yang terdapat dalam MBTI, dengan salah satunya akan lebih cenderung daripada yang lainnya. Berikut ini adalah 4 Skala MBTI yang bersifat dikotomi:

Extrovert (E) vs. Introvert (I): Orientasi Energi.

Dimensi EI melihat bagaimana seseorang mendapatkan energi mereka, dan bagaimana mereka menyalurkan energi mereka. Apakah mereka mendapatkan energi lebih dominan dari Lingkungan luar, ataukah dari dalam diri mereka sendiri. Extrovert mengambil energi dari lingkungan luar diri mereka (orang lain), mereka menyukai dunia luar, interaksi sosial atau bergaul adalah cara terbaik bagi mereka untuk menemukan energi mereka, mereka akan merasakan hidup saat semakin banyak orang yang berada di sekeliling mereka. Mereka berorientasi pada action, mereka akan lebih memilih untuk bertindak terlebih dahulu, lalu setelahnya barulah merefleksi apa yang mereka lakukan. Pribadi extrovert dominan baik dalam hal berinetraksi dengan orang lain, serta hal-hal yang bersifat operasional.Sedangkan Introvert, yang hanya memiliki sedikit sekali populasi jika dibanding Extrovert yakni hanya sebesar sekitar 25% dari populasi dunia adalah mereka yang mengumpulkan energi dari dalam diri mereka, mereka akan lebih memilih untuk memikirkan apa yang akan mereka lakukan, barulah melakukan hal tersebut. Mereka cenderung lebih senang menyendiri, dan merenung, tidak begitu suka bergaul dengan banyak orang, dan mereka cenderung menjadi pencetus ide yang baik. Umumnya mereka mampu bekerja sendiri, penuh konsentrasi dan focus.

Sederhananya introvert – extrovert dapat dibedakan dengan cara berikut:
Extrovert berorientasi pada tindakan, sementara Introvert berorientasi pada Ide.
Ekstrovert mencari “luasnya” pengetahuan dan pengaruh, sementara introvert mencari “kedalaman” pengetahuan dan pengaruh.
Extrovert lebih mementingkan seringnya interaksi, sementara introvert lebih mencari “kedalaman” dalam interaksi.
Extrovert mengisi kembali, dan mendapatan energi mereka dengan menghabiskan waktu bersana orang lain. Sedangkan introvert mengisi dan mendapatkan energi mereka dengan menyendiri. Dan mereka menggunakan energi mereka dengan cara sebaliknya.

Sensing (S) vs. Intuition (N): Cara Mengelola Informasi. 

Dimensi Sensing-intuiting (SN) melihat bagaimana individu memahami dan menilai sebuah informasi baru yang mereka terima. Seorang sensing umumnya sangat realistis, memandang imajinasi sebagai hal yang dramatis, dan banyak menghabiskan waktu. Mereka menilai sesuatu berdasarkan fakta yang jelas, realistis, mereka melihat informasi dengan apa adanya. Mereka berpedoman pada pengalaman, dan biasanya hanya menggunakan metode-metode yang telah terbukti. Fokus pada masa kini, sehingga baik dalam perencanaan teknis dan detail yang bersifat aplikatif.Sementara seorang intuition akan memprses data dengan melihat pola, dan hubungan, biasanya memiliki pemikiran yang abstrak, konseptual, serta melihat berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi. Mereka imajinatif, dan memilih cara untuk dan berfokus pada masa depan, yakni pada apa yang mungkin bisa dicapai di masa depan. Seorang intuiting adalah sosok yang inovatif, penuh inspirasi, ide unik. Mereka baik dalam menyusun konsep, ide, dan visi jangka panjang.

Thinking (T) vs. Feeling (F): Pengambilan Keputusan. 

Dimesi Thinking – Feeling (TF) adalah fungsi yang mengatur bagaimana seseorang dalam mengambil keputusan. Thinking adalah mereka yang selalu menggunakan logika, dan kekuatan analisa dalam mengambil keputusan. Mengambil keputusan dengan rasional berdasarkan informasi yang diperoleh fungsi penerima informasi (SN) mereka. Mereka cenderung konsisten, lugas, dan objektif, sehingga terkesan kaku, dan keras kepala.Sementara feeling adalah mereka yang melibatkan perasaan, empati serta nilai-nilai yang mereka yakini ketika hendak mengambil keputusan. Mereka berorientasi pada hubungan dan subjektif. Mereka akomodatif tapi sering terkesan memihak. Mereka empatik dan menginginkan harmoni. Bagus dalam menjaga keharmonisan dan memelihara hubungan.

Judging (J) vs. Perceiving (P): Orientasi Pada Struktur. 

Dimensi keempat dari MBTI ini mendeskripsikan tingkat fleksibilitas seseorang, dan sering disebut sebagai orientasi seseorang pada Dunia Luar. Judging adalah mereka yang memiliki gaya hidup yang terstruktur, dan mereka menentukan bagaimana mereka seharusnya hidup. Sedangkan Perceiving adalah mereka yang lebih fleksibel, dan lebih mudah untuk beradaptasi dengan gaya hidup yang ada disekeliling mereka.


Berikut adalah link untuk TES MBTI : https://mbti.anthonykusuma.com/

Sumber: http://www.si-pedia.com/2014/04/pengertian-apa-itu-tes-kepribadian-mbti.html

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI (BIG FIVE PERSONALITY)

Sistem informasi psikologi (SIP) adalah sebuah prosedur pelaksanaan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan yang digunakan untuk mengolah kumpulan data yang didalamnya meliputi bidang psikologi (perilaku manusia). Contoh nyata dari SIP adalah penggunaan teknologi dalam pengambilan data tes psikologi, seperti Big Five Personality Test. 

Pada tahun 1980 terjadi peningkatan kualitas dan metode-metode modern khususnya pada factor analisis sehingga di pusat penelitian gerontology dari National institutes of healh di Baltimore, Maryland; Robert mcCrae dan Costa Paul memulai menidentifikasi lima factor kepribadian. Dimensi Cattell yang sebanyak 16 ini terlalu berlebihan untuk menentukan karakteristik manusia. Namun 5 dimensi dari 16 milik Cattell dan mengadopsi 3 dimensi milik Eysenk di rasa sudah cukup untuk mencakup struktur kepribadian. Semua peneliti trait menyetujui bahwa perbedaan individu di kelompokkan kedalam 5 trait besar yang kini lebih di kenal dengan “Big Five Personlity” yang kemudian di singkat dengan nama OCEAN.

Definisi dan teori OCEAN

OCEAN adalalah singkatan dari 5 trait besar pada teori big five personality yaitu Openness(O), Conscensiusness(C), Extraversion(E), Agreeableness(A), dan yang terakhir adalah Neuroticesm(N). Kelima dimensi inilah yang akan digunakan sebagai teknik menilai karakteristik-karakteristik dan tingkat kepribadian individu.

Openness(keterbukaan)

Merupakan dimensi yang paling sulit dideskripsikan, karena bahasa yang digunakan tidak sejalan dengan dimensi atau factor lain. Openness mengacu pada bagaimana seseorang mau atau bersedia melakukan penyesuain dengan ide-ide atau lingkungan baru. Menilai usahanya secara proaktif dan penghargaannya terhadap pengalaman. Mereka adalah orang-orang yang memiliki nilai imajinasi yang tinggi. Dimensi ini dapat membangun pertumbuhan pribadi. Openness mempunyai ciri mudah beroleransi, kapasitas untuk menyerap informas, menjadi seseorng yang sangat focus dan mampu untuk waspada pada perasaan, memiliki fikiran yang imfulsivitas. Seseorang dengan openness yang rendah cenderung memiliki pribadi dengan nilai kebersihan, kepatuhan dan keamanan bersama, namun berfikiran yang sempit, konservatif dan tidak menyukai perubahan.

Conscientioiusness (kesadaran)

Conscientiousness juga disebut sebagai dimensi dependability. Menilai kemampuan individu untuk berorganisasi, baik melalui ketekunan atau motivasi untuk mencapai tujuan dan menjadi pelaku langsung. Menggambarkan self discipline seseorang, di cirikan sebagai seorang dengan nilai kebersihan dan ambisi yang tinggi, seseorang yang well organize, tepat waktu. Mendeskripsikan terhadap lingkungan sosial, berfikir sebelum bertindak, menunda kepuasan, serta mengikuti peraturan, norma, terencana, dan mengutamakan tugas. Mereka dengan conscisntiousness yang tinggi cenderung mendengarkan kata hati dan mengejar sedikit tujuan dengan satu cara yang terarah, sedangkan yang memiliki nilai rendah pada dimensi ini akan cenderung menjadi pribadi yang kacau pikirannya mengejar banyak tujuan.

Extraversion (Ekstraversi).

Exrtaversion biasa disebut faktor domain patuh, faktor ini adalah dimensi paling penting dalam kepribadian. Kecenderungan untuk bersosialisasi dan membagi kasih sayang. Menilai kualitas dan intensitas hubungan interpersonal dengan motivasi yang tinggi untuk bergaul, memiliki kemampuan untuk berbahagia, dimensi ini menunjukan tingkat kesenangan seseorang akan hubungan. Meraka adalah orang-orang yang ramah, tegas serta menghabiskan banyak waktu untuk menikmati hubungan. Seseorang yang tinggi dalam dimensi ini cenderung penuh semangat antusias, dominan, ramah, dan komunikatif. Mereka mengingat semua interaksi sosial berinteraksi dengan lebih banyak orang. Sedangkan yang rendah pada dimensi ini akan lebih pemalu, kurang percaya diri dan pendiam.

 Agreeableness (keramahan)

Menilai kualitas orientasi individu dan kontinum nilai lemah lembut hingga yang antagonis dalam berfikir, perasaan dan perilaku. Dimensi ini menilai kecenderungan seseorang yang tunduk kepada orang lain mereka cenderung orang yang komperatif dan mudah bersepakat dan mempercayai orang lain, mengindari konflik namun di temukan masalah pada kepribadian ini mereka cenderung menjadi seseorng dengan self estem yang rendah saat berhadapan dengan konflik. Menghindari konflik karena tidak ingin menujukan kekuatan untuk menyelesaikanya.

Neuroticism (neoritisme)

Friedman (2006) menjelaskan bahwa neuroticism di sebut juga emotional distability. Trait ini menilai kestabilan dan ketidakstabilan emosi, menggambarkan seseorang yang mempunyai masalah dengan emosi yang bersifat negatif, secara emosional mereka labil. Trait ini juga mengidentifikasikan individu apakah mudah stres, mempunyai ide-ide yang tidak realitas. Seseorang dengan neuroticism yang tinggi cenderung gugup, sensitif, tegang dan mudah cemas dalam hal ini mereka akan mudah merasa khawatir dan tidak aman. Sedangkan seseorang dengan neuroticism yang rendah akan lebih mudah merasa puas, gembira dan emosi positif lain dalam kehidupannya. Seseorang dengan kecenderungan neuroticism yang tinggi selain sulit menjalin hubungan dan berkomitmen mereka juga memiliki tingkat self estem yang rendah atau dalam artian menjadi kurang menghargai diri sendiri.


Berikut adalah link untuk Big Five Personality Test : https://www.truity.com/test/big-five-personality-test

Sumber:
https://ahkammuhammad.wordpress.com/psikologi/teori/big-five-personality/

Minggu, 22 Oktober 2017

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI

Berikut adalah pengertian sistem informasi menurut para ahli (Fauzi, 2017):
A.       Menurut Henry C. Lucas, sistem informasi adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi, akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian didalam organisasi.
B.       Menurut John F. Nash dan Martin B. Roberts, sistem informasi adalah suatu kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan sesuatu dasar untuk pengambilan keputusan.
C.    Menurut James A. Hall, sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan kepada pemakai.

TUJUAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
Tujuan pengembangan sistem informasi (Maniah & hamidin, 2017), adalah:
A. Untuk membentuk sebuah sistem yang terintegrasi, artinya dapat berupa proses menghubungkan sistem yang sifatnya individu atau kelompok. Sistem yang terintegrasi bisa juga berupa pengkoleksian data penyambung secara otomatis atau peningkatan koordinasi dan pencapaian sinergi.
B.     Untuk mencapai efesiensi pengelolaan sistem, artinya dapat diterapkan dalam penggunaan basos data dalam upaya kesamaan pengadministrasian data.
C.    Untuk mendukung keputusan manajemen, artinya melengkapi informasi guna kebutuhan proses pengambilan keputusan, akurasi dan informasi eksternal melalui jaringan komunikasi dan ekstraksi dari informasi internal yang terpadu.

PENGERTIAN PSIKOLOGI
Berikut adalah pengertian sistem informasi menurut para ahli:
A.   Pengertian psikologi menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
B.     Pengertian psikologi menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
Dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari.
Menurut Septiani (2016), jika dikaitkan dengan sistem informasi, yaitu informasi sebagai stimulus dapat dikaji dan dipergunakan untuk berbagai macam bidang ilmu, salah satunya adalah sistem informasi psikologi. Para ahli psikologi mempelajari sistem informasi dengan ketertarikan terhadap bagaimana pengambil keputusan manusia mengenal dan menggunakan informasi formal. Sistem informasi psikologi adalah suatu bidang kajian ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara ilmu psikologi itu sendiri dalam kaitannya dengan penggunaan komputer dan aplikasinya dalam bidang psikologi. Contoh nyata dari pengaplikasian SIP dalam kehidupan adalah penggunaan teknologi dalam pengambilan data tes psikologi, dalam hal ini umumnya komputer (komputerisasi alat tes psikologi).

DAFTAR PUSTAKA:
Dakir. (1993). Dasar-dasar psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fauzi, R. A. (2017). Sistem informasi akuntansi (berbasis akuntansi). Yogyakarta: Deepublish.
Maniah., Hamidin, D. (2017). Analisis dan perencanaan sistem informasi pembahan secara praktis dengan contoh kasus. Yogyakarta: Deepublish.
Muhibbinsyah. (2001). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Sabtu, 14 Oktober 2017

SISTEM INFORMASI

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI

Berikut adalah pengertian sistem informasi menurut para ahli (Fauzi, 2017):
A.        Menurut Henry C. Lucas, sistem informasi adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi, akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian didalam organisasi.
B.       Menurut John F. Nash dan Martin B. Roberts, sistem informasi adalah suatu kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan sesuatu dasar untuk pengambilan keputusan.
C.    Menurut James A. Hall, sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan kepada pemakai.

TUJUAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

Tujuan pengembangan sistem informasi (Maniah & hamidin, 2017), adalah:
A. Untuk membentuk sebuah sistem yang terintegrasi, artinya dapat berupa proses menghubungkan sistem yang sifatnya individu atau kelompok. Sistem yang terintegrasi bisa juga berupa pengkoleksian data penyambung secara otomatis atau peningkatan koordinasi dan pencapaian sinergi.
B.     Untuk mencapai efesiensi pengelolaan sistem, artinya dapat diterapkan dalam penggunaan basis data dalam upaya kesamaan pengadministrasian data.
C.    Untuk mendukung keputusan manajemen, artinya melengkapi informasi guna kebutuhan proses pengambilan keputusan, akurasi dan informasi eksternal melalui jaringan komunikasi dan ekstraksi dari informasi internal yang terpadu.

STRATEGI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

Strategi pengembangan sistem informasi, meliputi (Maniah & hamidin, 2017):
A.        Menggunakan paket perangkat lunak, strategi ini biasanya dipakai dengan cara membeli paket sistem informasi dipasaran yang sudah siap pakai. Teknis pemakaian sistem indormasinya disesuaikan dengan pengguna sistem.
B.      Membangun perangkat lunak aplikasi. Strategi ini dilakukan dengan mengembangkan sistem informasi dari awal sesuai dengan tahap-tahap yang digunakan dalam pengembangan ssistem indormasi.
C.  Mengembangkan secara iteratif. Strategi ini biasanya dilakukan dengan cara mengembangkan sistem informasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai dengan rencara pengembangan sistem informasi yang sudah dibuat.
D.    Mengintergrasi sistem (sub sistem). Strategi ini dilakukan dengan cara menyatukan sistem-sistem informasi yang sudah ada dilingkungan kerja saat ini tetapi sifatnya masih mulok (muatan lokal). Mengintegrasi sistem informasi ini bertujuan agar sistem dapat saling bethubungan dan sharing terhadap data (penggunaan data secara bersama-sama) sesuai ketentuan yang ada.

KOMPONEN SISTEM INFORMASI

Menurut John Burch dan Gary Grudnitski (Fauzi, 2017), mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block) yaitu:
A.   Blok masukan, yaitu input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media untuk mengungkap data yang akan dimasukan yang berupa dokumen-dokumen dasar. Contoh blok masukan adalah keyboard, scanner, sensor, voice recognizer dan lainnya.
B.    Blok model, yaitu terdiri dari kombinadi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. Contohnya adalah central processing unit (CPU).
C.    Blok keluaran, yaitu produk dari suatu sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan berguna untuk semua pemakai sistem yang merupakan hasil dari produk suatu sistem informasi. Contohnya adalah printer, video display, speaker dan lainnya.
D.  Block teknologi, yaitu teknologi merupakan “kotak alat” dalam sistem informasi. Blok teknologi ini merupakan suatu blok yang menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan data mengirimkan keluaran serta membantu pengendalian sistem secara keseluruhan. Blok teknologi terdiri dari 3 bagian, yaitu brainware, software, dan hardware.
E.   Block data, yaitu basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan oleh perangkat lunak untuk memanipulasinya.
F.    Blok kendali, yaitu blok yang dipergunakan untuk mengurangi terjadinya ancaman atau risiko terhadap sistem informasi, seperti kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, kesalahan-kesalahan, ketakefisienan, dan lainnya.

ORGANISASI SISTEM INFORMASI

Spesialis informasi (Maniah & hamidin, 2017), adalah gambaran pegawai perusahaan yang sepenuhnya bertanggung jawab mengembangkan dan memelihara sistem berbasis komputer. Ada lima golongan utama spesialis informasi, yaitu:
A.    Analis sistem, yaitu pakar dalam mendefinisikan masalah dan menyiapkan dokumentasi tertulis yang dapat dibaca oleh komputer.
B.   Pengelola database, yaitu suatu kumpulan data komputer yang terintegrasi, diatur dan disimpan menurut suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali.
C. Spesialis jaaringan, yaitu yang menggabungkan keahlian bidang komputer dan telekomunikasi.
D.   Programmer, yaitu menggunakan dokumentasi yang disiapkan oleh analis sistem untuk membuat kode instruksi yang menyebabkan komputer mengubah data menjadi informasi yang diperukan pemakai.
E.  Operator/administator, yaitu mengelola pengaturan sistem suatu perangkat komputer misalnya aplikasi, dekstop, server, dll.

Daftar Pustaka :
Fauzi, R. A. (2017). Sistem informasi akuntansi (berbasis akuntansi). Yogyakarta: Deepublish.

Maniah., Hamidin, D. (2017). Analisis dan perencanaan sistem informasi pembahan secara praktis dengan contoh kasus. Yogyakarta: Deepublish. 

Minggu, 08 Oktober 2017

DATA DAN INFORMASI

A.    Data

1.        Definisi Data
Pengertian data menurut Kuswadi dan Mutiara (2004), adalah kumpulan informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan, dapat berupa angka, lambang atau sifat.
Selanjutnya, menurut Webster New World Dictionary (dalam Situmorang dkk, 2010) adalah sesuatu yang diketahui atau yang dianggap, diketahui artinya sudah terjadi merupakan fakta (bukti) dan dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan.
Menurut Amsyah (2005), data dalah kata jamak (plural) dan kata tunggalnya (singular) adalah datum. Kata tersebut berasal dari bahasa Latin yang berarti fakta, kenyataan, kejadian atau peristiwa, jadi data adalah suatu kebenaran karena itu ciri atau karakteristik utama data adalah benar.

2.        Data yang baik
Kuswadi dan Mutiara (2004), mengungkapkan bahwa data yang baik adalah data yang memiliki sifat sebagai berikut:
a.         Representatif (mewakili)
b.         Obyektif (sesuai dengan apa yang ada atau terjadi)
c.   Relevan (ada hubungannya dengan persoalan yang sedang dihadapi dan akan dipecahkan)
d.        Mempunyai tingkat keteltian yang tinggi atau “standard error” (kesalahan baku) yang kecil.

Situmorang dkk (2010) juga mengungkapkan tentang data yang baik, yaitu:
a.          Data yang bisa dipercaya kebenarannya (reliable)
b.          Tepat waktu dan mencakup ruang lingkup yang luas
c.    Dapat memberikan gambaran suatu masalah secara menyeluruh merupakan data relevan.

3.        Pembagian Data
Menurut Situmorang dkk (2010), data dapat dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:
a.         Menurut sifatnya, yang selanjutnya dapat dibagi dua, yakni:
1)  Data kualitatif, yaitu data yang tidak berbentuk angka, misalnya kuesioner pertanyaan tentang suasana kerja, kualitas pelayanan sebuah restoran atau gaya kepemimpinan.
2)   Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka, misalnya harga saham dan besarnya pendapatan.
b.         Menurut sumber data, yang selanjutnya dibagi menjadi dua:
1)    Data internal, yaitu data dari dalam suatu organisasi yang menggambarkan keadaan organisasi tersebut, misalnya data jumlah karyawan dalam suatu perusahaan, jumlah modal dan jumlah produksi.
2)    Data eksternal, yaitu data dari luar suatu organisasi yang dapat menggambarkan faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi hasil kerja suatu organisasi, misalnya daya beli masyarakat mempengaruhi hasil penjualan suatu perusahaan.
c.         Menurut cara memperolehnya, dibagi menjadi dua, yakni:
1)   Data primer, yaitu data yang dikumpulkan sendiri oleh perorangan atau suatu organisasi secara langsung dari objek yang diteliti dan untuk kepentingan studi yang bersangkutan yang dapat berupa wawancara dan observasi.
2)   Data sekunder, yaitu data yang dipeoleh atau dikumpulkan dan disatukan oleh studi-studi sebelumnya atau yang diterbitkan oleh berbagai instansi lain, biasanya sumber tidak langsung berupa data dokumentasi dan arsip-arsip resmi.
d.        Menurut waktu pengumpulannya, dibagi menjadi dua:
1)    Data cross section, yaitu data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu dan untuk menggambarkan keadaan atau kegiatan pada waktu tersebut, misalnya data penelitian menggunakan kuesioner.
2)       Data time series, yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk melihat perkembangan suatu keadaan atau kegiatan.

B.     INFORMASI
a.        Definisi Informasi
Berikut adalah definisi informasi dari beberapa ahli (Oktafianto, 2016):
a.    Menurut Sutarman, informasi adalah sekumpulan fakta (data) yang diorganisasikan dengan cara tertentu sehingga mereka mempunyai arti bagi si penerima.
b.     Menurut Jogiyanto, informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya.
c.       Menurut Edhy Sutanta, informasi merupakan hasil pengolahan data, sehingga menjadi bentuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai kegunaan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang dapat dirasakan akibatnya secara langsung saat itu juga atau secara tidak langsung pada saat mendatang.
d.    Menurut Krismiaji, informasi adalah data yang telah diorganisasi dan telah memiliki kegunaan dan manfaat.
Dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan data yang diolah menjadi bentuk berguna untuk membuat keputusan. Informasi berguna untuk pembuat keputusan karena informasi menurunkan ketidakpastian (atau meningkatkan pengetahuan).
b.        Kualitas Informasi
Menurut Sutabri (dalam Oktafianto, 2016), mengemukakan bahwa kualitas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu:
a.         Informasi harus akurat (accurate)
Informasi harus bebada dari kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti bahwa informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
b.    Tepat waktu
Informasi yang sampai pada si penerima tidak boleh terlambat, informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi, karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan.
c.     Relevan (relevance)
Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi untuk setiap orang, satu dengan yang lainnya adalah berbeda.

Daftar pustaka:
Kuswadi., Mutiara, E. (2004). Delta delapan langkah dan tujuh alat statistik untuk peningkatan mutu berbasis komputer. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Situmorang., dkk. (2010). Analisis data: untuk riset manajemen dan bisnis. Medan: USU Press.
Oktafianto, M. M. (2016). Analisis dan perancangan sistem informasi menggunakan model tersruktur dan uml. Yogyakarta: ANDI
Amsyah, Z. (2005). Manajemen sistem informasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Sabtu, 30 September 2017

SISTEM

A.      PENGERTIAN SISTEM
Pengertian sistem menurut para ahli (Hutahaean, 2014), adalah:
1.    Menurut Fat sistem adalah suatu himpunan suatu benda nyata atau abstrak (a set of thing) yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif.
2.   Menurut Indrajit sistem mengandung arti kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
3.  Menurut Jogianto sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
4.       Menurut Murdick, R.G, suatu sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur atau bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan tertentu.
5.  Pengertian sistem menurut Jerry FutzGerald adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
Dengan demikian, sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan kegiatan atau untuk melakukan sasaran tertentu. Pendekatan sistem yang merupakan jaringan kerja dari prosedur lebih menekankan urutan-urutan operasi didalam sistem.

B.       SIFAT-SIFAT DASAR SISTEM
Sifat-sifat dasar dari suatu sistem (Marimin, Tanjung & Prabowo, 2004) antara lain:
1.         Pencapaian tujuan
Orientasi pencapaian tujuan akan memberikan sifat dinamis kepada sistem, memberi ciri perubahan yang terus menerus dalam usaha mencapai tujuan.
2.         Kesatuan usaha
Kesatuan usaha mencerminkan suatu sifat dasar dari sistem dimana hasil keseluruhan melebihi dari jumlah bagian-bagiannya atau sering disebut konsep sinergi.
3.         Keterbukaan terhadap lingkungan
Lingkungan merupakan sumber kesempatan maupun hambatan pengembangan. Keterbukaan terhadap lingkungan membuat penilaian terhadap suatu sistem menjadi relatif atau yang dinamakan equfinality atau pencapaian tujuan suatu sistem tidak mutlak harus dilakukan dengan satu cara terbaik. Tetapi pencapaian tujuan suatu sistem dapat dilakukan melalui berbagai cara sesuai dengan tantangan lingkungan yang dihadapi.
4.         Transformasi
Transformasi merupakan proses perubahan input menjadi output yang dilakukan oleh sistem.
5.         Hubungan antar bagian
Hubungan antar bagian kaitan antara subsistem ini yang akan memberikan analisis sistem suatu dasar pemahaman yang lebih luas.
6.         Sistem ada berbagai macam
Antara lain sistem terbuka, sistem tertutup, dan sistem dengan umpan balik.
7.         Mekanisme pengendalian
Mekanisme ini menyangkut sistem umpan balik yang merupakan suatu bagian yang memberi informasi kepada sistem mengenai efek dari perilaku sistem terhadap pencapaian tujuan atau pemecahan persoalan yang dihadapi.

C.           KARAKTERISTIK SISTEM
Berikut adalah karakteristik sistem yang dapat membedakan suatu sistem dengan sistem lainnya (Fatta, 2007):
1.   Batasan (boundary): penggambaran dari suatu elemen atau unsur mana yang termasuk didalam sistem dan mana yang diluar sistem.
2.   Lingkungan (environment): segala sesuatu diluar sistem, lingkungan yang menyediakan asumsi, kendala, dan input terhadap suatu sistem.
3.    Masukan (input): sumber daya (data, bahan baku, peralatan, energi) dari lingkungan yang dikonsumsi dan dimanipulasi oleh suatu sistem.
4.    Keluaran (output): sumber daya atau produk (informasi, laporan, dokumen, tampilan layar komputer, barang jadi) yang disediakan untuk lingkungan sistem oleh kegiatan dalam suatu sistem.
5. Komponen (component): kegiatan-kegiatan atau proses dalam suatu sistem yang mentranfermasikan input menjadi bentuk setengah jadi (output). Komponen ini bisa merupakan subsistem dari sebuah sistem.
6.   Penghubung (intervace): tempat dimana komponen atau suatu sistem dan lingkungannya bertemu atau berinteraksi.
7.     Penyimpanan (storage): area yang dikuasai dan digunakan untuk penyimpanan sementara dan tetap dari informasi, energi, bahan baku, dan sebagainya. Penyimpanan merupakan suatu media penyangga diantara komponen tersebut bekerja dengan berbagai tingkatan yang ada dan memungkinkan komponen yang berbeda dari berbagai data yang sama.

D.           KLASIFIKASI SISTEM
Sistem dapat diklasifikasikan dalam beberapa sudut pandang (Hutahaean, 2014):
1.         Klasifikasi sistem sebagai:
a.      Sistem abstrak (abstract system): sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran-pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.
b.      Sistem fisik (physichal system): sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik.
2.         Klasifikasi sistem sebagai:
a.   Sistem alamiah (natural system): sistem alamiah adalah sistem ang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia, misalnya sistem perputaran bumi.
b.   Sistem buatan manusia (human made system): sistem buatan manusia adalah sistem yang dibuat oleh manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin (human machine system).
3.         Klasifikasi sistem sebagai:
a.   Sistem tertentu (deterministic system): sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi, sebagai keluaran sistem yang dapat diramalkan.
b.     Sistem tak tentu (probalistic system): sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilistik.
4.         Sistem diklasifikasikan sebagai:
a.   Sistem tertutup (close system): sistem tertutup adalah sistem yang tidak terpengaruh dan tidak berhubungan dengan lingkungan luar, sistem bekerja otomatis tanpa ada turut campur lingkungan luar. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, kenyataannya tidak ada yang benar-benar tertutup, yang ada hanya relativiely closed system.
b.   Sistem terbuka (open system): sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima input dan output dari lingkungan luar atau subsistem lainnya. karena sistem terbuka terpengaruh lingkungan luar maka harus mempunyai pengendali yang baik.

Daftar Pustaka :

Marimin, Tanjung, H., Prabowo, H. (2004). Sistem informasi manajemen sumber budaya manusia. Jakarta: Grasindo.

Fatta, H. A. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: ANDI.

Hutahaean, J. (2014). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish.