Seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya, bahwa psikologi dapat dikaitkan dengan bidang ilmu lainnya, yaitu
sistem informasi. Contoh selanjutnya adalah tes kepribadian MBTI.
Test MBTI atau Myers Briggs Type Indicator, merupakan
sebuah metode pengukuran berbentuk kuesioner yang digunakan untuk membaca
kepribadian seseorang, khususnya untuk memahami bagaimana seseorang menilai
sesuatu dan membuat keputusan, metode ini dikembangkan oleh Katharine Cook
Briggs dan putrinya Isabel Briggs Myers berdasarkan teori kepribadian yang
dikemukakan oleh Carl Gustav Jung dalam bukunya Psychological Types
(1921M). Instrument tes yang mulai dikembangkan pada masa Perang Dunia Ke-II
ini pertama dipublikasikan pada 1962M, dengan tujuan awal untuk membuat teori
kepribadian C.G Jung ini dapat diaplikasikan dalam penggunaan praktis dan lebih
mudah dimengerti, sehingga dapat membantu para pekerja untuk menemukan
pekerjaan yang paling cocok dengan diri mereka.
Berbagai tes kepribadian memang
telah dikenal dan dikembangkan selama beratus-ratus tahun lamanya, meski demikian
sampai hari ini belum ada teori maupun alat tes yang benar-benar memiliki
keaakuratan seratus persen dalam mengidentifikasikan tipe kepribadian manusia,
hal ini tentu tidak lepas dari keterbatasan kemampuan manusia untuk mampu
memahami cara kerja otak sebagai sebuah ciptaan Sang Kuasa yang ia ciptakan
dengan begitu unik, sehingga menjadikan nyaris tidak ada manusia yang
benar-benar sama di muka bumi ini (atau mungkin benar-benar tidak ada).
Tes Kepribadian MBTI yang masuk
kedalam jenis tes kepribadian Objektif ini meskipun telah menjadi Tes
Kepribadian yang boleh dikatakan terpopuler untuk jenisnya, dan telah dikenal
sebagai salah satu Tes Kepribadian terakurat namun tetap saja tidak akan mampu
terlepas dari ketidaksempurnaan ciptaan manusia. Namun demikian setidaknya jika
kita menggunakan prinsip hukum 20/80 dari Vilfredo Pareto, yang
berarti “kita dapat menggunakan alat ukur yang hanya mengukur 20% saja namun
mampu mewakili sebagian besar (80%) aspek yang diukur”, maka kita dapat
memahami tentang hasil test ini bahwa paling tidak dapat memberikan gambaran
dari Tipe Kepribadian audiensnya (meskipun bukan cerminan sempurna).
Dimensi MBTI
Metode MBTI sendiri terbagi atas
4 dimensi utama yang bersifat dikotomi atau saling berlawan, yang masing-masing
memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga dengan mengetahuinya kita dapat
memaksimalkan potensi kelebihan yang kita miliki, serta memninimalisir potensi
kekurangan yang mungkin ada dalam diri kita. Meskipun bersifat dikotomi , kita
akan tetap memiliki kedua bagian dari masing-masing dimensi yang terdapat dalam
MBTI, dengan salah satunya akan lebih cenderung daripada yang lainnya. Berikut ini adalah 4 Skala MBTI
yang bersifat dikotomi:
Extrovert (E) vs. Introvert
(I): Orientasi Energi.
Dimensi EI melihat bagaimana
seseorang mendapatkan energi mereka, dan bagaimana mereka menyalurkan energi
mereka. Apakah mereka mendapatkan energi lebih dominan dari Lingkungan luar,
ataukah dari dalam diri mereka sendiri. Extrovert mengambil energi dari
lingkungan luar diri mereka (orang lain), mereka menyukai dunia luar, interaksi
sosial atau bergaul adalah cara terbaik bagi mereka untuk menemukan energi
mereka, mereka akan merasakan hidup saat semakin banyak orang yang berada di
sekeliling mereka. Mereka berorientasi pada action, mereka akan lebih memilih
untuk bertindak terlebih dahulu, lalu setelahnya barulah merefleksi apa yang
mereka lakukan. Pribadi extrovert dominan baik dalam hal berinetraksi dengan
orang lain, serta hal-hal yang bersifat operasional.Sedangkan Introvert, yang
hanya memiliki sedikit sekali populasi jika dibanding Extrovert yakni hanya
sebesar sekitar 25% dari populasi dunia adalah mereka yang mengumpulkan energi
dari dalam diri mereka, mereka akan lebih memilih untuk memikirkan apa yang
akan mereka lakukan, barulah melakukan hal tersebut. Mereka cenderung lebih
senang menyendiri, dan merenung, tidak begitu suka bergaul dengan banyak orang,
dan mereka cenderung menjadi pencetus ide yang baik. Umumnya mereka mampu
bekerja sendiri, penuh konsentrasi dan focus.
Sederhananya introvert –
extrovert dapat dibedakan dengan cara berikut:
Extrovert berorientasi pada
tindakan, sementara Introvert berorientasi pada Ide.
Ekstrovert mencari “luasnya”
pengetahuan dan pengaruh, sementara introvert mencari “kedalaman” pengetahuan
dan pengaruh.
Extrovert lebih mementingkan
seringnya interaksi, sementara introvert lebih mencari “kedalaman” dalam
interaksi.
Extrovert mengisi kembali, dan
mendapatan energi mereka dengan menghabiskan waktu bersana orang lain.
Sedangkan introvert mengisi dan mendapatkan energi mereka dengan menyendiri.
Dan mereka menggunakan energi mereka dengan cara sebaliknya.
Sensing (S) vs. Intuition (N):
Cara Mengelola Informasi.
Dimensi Sensing-intuiting (SN)
melihat bagaimana individu memahami dan menilai sebuah informasi baru yang
mereka terima. Seorang sensing umumnya sangat realistis, memandang imajinasi
sebagai hal yang dramatis, dan banyak menghabiskan waktu. Mereka menilai
sesuatu berdasarkan fakta yang jelas, realistis, mereka melihat informasi
dengan apa adanya. Mereka berpedoman pada pengalaman, dan biasanya hanya menggunakan
metode-metode yang telah terbukti. Fokus pada masa kini, sehingga baik dalam
perencanaan teknis dan detail yang bersifat aplikatif.Sementara seorang
intuition akan memprses data dengan melihat pola, dan hubungan, biasanya
memiliki pemikiran yang abstrak, konseptual, serta melihat berbagai kemungkinan
yang mungkin terjadi. Mereka imajinatif, dan memilih cara untuk dan berfokus
pada masa depan, yakni pada apa yang mungkin bisa dicapai di masa depan.
Seorang intuiting adalah sosok yang inovatif, penuh inspirasi, ide unik. Mereka
baik dalam menyusun konsep, ide, dan visi jangka panjang.
Thinking (T) vs. Feeling
(F): Pengambilan Keputusan.
Dimesi Thinking – Feeling (TF)
adalah fungsi yang mengatur bagaimana seseorang dalam mengambil keputusan.
Thinking adalah mereka yang selalu menggunakan logika, dan kekuatan analisa
dalam mengambil keputusan. Mengambil keputusan dengan rasional berdasarkan
informasi yang diperoleh fungsi penerima informasi (SN) mereka. Mereka
cenderung konsisten, lugas, dan objektif, sehingga terkesan kaku, dan keras
kepala.Sementara feeling adalah mereka yang melibatkan perasaan, empati serta
nilai-nilai yang mereka yakini ketika hendak mengambil keputusan. Mereka
berorientasi pada hubungan dan subjektif. Mereka akomodatif tapi sering terkesan
memihak. Mereka empatik dan menginginkan harmoni. Bagus dalam menjaga
keharmonisan dan memelihara hubungan.
Judging (J) vs. Perceiving
(P): Orientasi Pada Struktur.
Dimensi keempat dari MBTI ini
mendeskripsikan tingkat fleksibilitas seseorang, dan sering disebut
sebagai orientasi seseorang pada Dunia Luar. Judging adalah mereka yang
memiliki gaya hidup yang terstruktur, dan mereka menentukan bagaimana mereka
seharusnya hidup. Sedangkan Perceiving adalah mereka yang lebih fleksibel, dan
lebih mudah untuk beradaptasi dengan gaya hidup yang ada disekeliling mereka.
Berikut adalah link untuk TES MBTI : https://mbti.anthonykusuma.com/
Sumber: http://www.si-pedia.com/2014/04/pengertian-apa-itu-tes-kepribadian-mbti.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar