Selasa, 21 November 2017

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI (BIG FIVE PERSONALITY)

Sistem informasi psikologi (SIP) adalah sebuah prosedur pelaksanaan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan yang digunakan untuk mengolah kumpulan data yang didalamnya meliputi bidang psikologi (perilaku manusia). Contoh nyata dari SIP adalah penggunaan teknologi dalam pengambilan data tes psikologi, seperti Big Five Personality Test. 

Pada tahun 1980 terjadi peningkatan kualitas dan metode-metode modern khususnya pada factor analisis sehingga di pusat penelitian gerontology dari National institutes of healh di Baltimore, Maryland; Robert mcCrae dan Costa Paul memulai menidentifikasi lima factor kepribadian. Dimensi Cattell yang sebanyak 16 ini terlalu berlebihan untuk menentukan karakteristik manusia. Namun 5 dimensi dari 16 milik Cattell dan mengadopsi 3 dimensi milik Eysenk di rasa sudah cukup untuk mencakup struktur kepribadian. Semua peneliti trait menyetujui bahwa perbedaan individu di kelompokkan kedalam 5 trait besar yang kini lebih di kenal dengan “Big Five Personlity” yang kemudian di singkat dengan nama OCEAN.

Definisi dan teori OCEAN

OCEAN adalalah singkatan dari 5 trait besar pada teori big five personality yaitu Openness(O), Conscensiusness(C), Extraversion(E), Agreeableness(A), dan yang terakhir adalah Neuroticesm(N). Kelima dimensi inilah yang akan digunakan sebagai teknik menilai karakteristik-karakteristik dan tingkat kepribadian individu.

Openness(keterbukaan)

Merupakan dimensi yang paling sulit dideskripsikan, karena bahasa yang digunakan tidak sejalan dengan dimensi atau factor lain. Openness mengacu pada bagaimana seseorang mau atau bersedia melakukan penyesuain dengan ide-ide atau lingkungan baru. Menilai usahanya secara proaktif dan penghargaannya terhadap pengalaman. Mereka adalah orang-orang yang memiliki nilai imajinasi yang tinggi. Dimensi ini dapat membangun pertumbuhan pribadi. Openness mempunyai ciri mudah beroleransi, kapasitas untuk menyerap informas, menjadi seseorng yang sangat focus dan mampu untuk waspada pada perasaan, memiliki fikiran yang imfulsivitas. Seseorang dengan openness yang rendah cenderung memiliki pribadi dengan nilai kebersihan, kepatuhan dan keamanan bersama, namun berfikiran yang sempit, konservatif dan tidak menyukai perubahan.

Conscientioiusness (kesadaran)

Conscientiousness juga disebut sebagai dimensi dependability. Menilai kemampuan individu untuk berorganisasi, baik melalui ketekunan atau motivasi untuk mencapai tujuan dan menjadi pelaku langsung. Menggambarkan self discipline seseorang, di cirikan sebagai seorang dengan nilai kebersihan dan ambisi yang tinggi, seseorang yang well organize, tepat waktu. Mendeskripsikan terhadap lingkungan sosial, berfikir sebelum bertindak, menunda kepuasan, serta mengikuti peraturan, norma, terencana, dan mengutamakan tugas. Mereka dengan conscisntiousness yang tinggi cenderung mendengarkan kata hati dan mengejar sedikit tujuan dengan satu cara yang terarah, sedangkan yang memiliki nilai rendah pada dimensi ini akan cenderung menjadi pribadi yang kacau pikirannya mengejar banyak tujuan.

Extraversion (Ekstraversi).

Exrtaversion biasa disebut faktor domain patuh, faktor ini adalah dimensi paling penting dalam kepribadian. Kecenderungan untuk bersosialisasi dan membagi kasih sayang. Menilai kualitas dan intensitas hubungan interpersonal dengan motivasi yang tinggi untuk bergaul, memiliki kemampuan untuk berbahagia, dimensi ini menunjukan tingkat kesenangan seseorang akan hubungan. Meraka adalah orang-orang yang ramah, tegas serta menghabiskan banyak waktu untuk menikmati hubungan. Seseorang yang tinggi dalam dimensi ini cenderung penuh semangat antusias, dominan, ramah, dan komunikatif. Mereka mengingat semua interaksi sosial berinteraksi dengan lebih banyak orang. Sedangkan yang rendah pada dimensi ini akan lebih pemalu, kurang percaya diri dan pendiam.

 Agreeableness (keramahan)

Menilai kualitas orientasi individu dan kontinum nilai lemah lembut hingga yang antagonis dalam berfikir, perasaan dan perilaku. Dimensi ini menilai kecenderungan seseorang yang tunduk kepada orang lain mereka cenderung orang yang komperatif dan mudah bersepakat dan mempercayai orang lain, mengindari konflik namun di temukan masalah pada kepribadian ini mereka cenderung menjadi seseorng dengan self estem yang rendah saat berhadapan dengan konflik. Menghindari konflik karena tidak ingin menujukan kekuatan untuk menyelesaikanya.

Neuroticism (neoritisme)

Friedman (2006) menjelaskan bahwa neuroticism di sebut juga emotional distability. Trait ini menilai kestabilan dan ketidakstabilan emosi, menggambarkan seseorang yang mempunyai masalah dengan emosi yang bersifat negatif, secara emosional mereka labil. Trait ini juga mengidentifikasikan individu apakah mudah stres, mempunyai ide-ide yang tidak realitas. Seseorang dengan neuroticism yang tinggi cenderung gugup, sensitif, tegang dan mudah cemas dalam hal ini mereka akan mudah merasa khawatir dan tidak aman. Sedangkan seseorang dengan neuroticism yang rendah akan lebih mudah merasa puas, gembira dan emosi positif lain dalam kehidupannya. Seseorang dengan kecenderungan neuroticism yang tinggi selain sulit menjalin hubungan dan berkomitmen mereka juga memiliki tingkat self estem yang rendah atau dalam artian menjadi kurang menghargai diri sendiri.


Berikut adalah link untuk Big Five Personality Test : https://www.truity.com/test/big-five-personality-test

Sumber:
https://ahkammuhammad.wordpress.com/psikologi/teori/big-five-personality/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar