Sistem informasi
psikologi (SIP) adalah sebuah prosedur pelaksanaan yang terdiri dari
bagian-bagian yang saling berhubungan yang digunakan untuk mengolah kumpulan
data yang didalamnya meliputi bidang psikologi (perilaku manusia). Contoh
nyata dari SIP adalah penggunaan teknologi dalam pengambilan data tes
psikologi, seperti Big Five Personality Test.
Pada tahun 1980
terjadi peningkatan kualitas dan metode-metode modern khususnya pada factor
analisis sehingga di pusat penelitian gerontology dari National institutes of
healh di Baltimore, Maryland; Robert mcCrae dan Costa Paul memulai
menidentifikasi lima factor kepribadian. Dimensi Cattell yang sebanyak 16 ini
terlalu berlebihan untuk menentukan karakteristik manusia. Namun 5 dimensi dari
16 milik Cattell dan mengadopsi 3 dimensi milik Eysenk di rasa sudah cukup
untuk mencakup struktur kepribadian. Semua peneliti trait menyetujui bahwa
perbedaan individu di kelompokkan kedalam 5 trait besar yang kini lebih di
kenal dengan “Big Five Personlity” yang kemudian di singkat dengan nama OCEAN.
Definisi
dan teori OCEAN
OCEAN adalalah
singkatan dari 5 trait besar pada teori big five personality yaitu Openness(O),
Conscensiusness(C), Extraversion(E), Agreeableness(A), dan yang terakhir adalah
Neuroticesm(N). Kelima dimensi inilah yang akan digunakan sebagai teknik
menilai karakteristik-karakteristik dan tingkat kepribadian individu.
Openness(keterbukaan)
Merupakan
dimensi yang paling sulit dideskripsikan, karena bahasa yang digunakan tidak
sejalan dengan dimensi atau factor lain. Openness mengacu pada bagaimana seseorang
mau atau bersedia melakukan penyesuain dengan ide-ide atau lingkungan baru.
Menilai usahanya secara proaktif dan penghargaannya terhadap pengalaman. Mereka
adalah orang-orang yang memiliki nilai imajinasi yang tinggi. Dimensi ini dapat
membangun pertumbuhan pribadi. Openness mempunyai ciri mudah beroleransi,
kapasitas untuk menyerap informas, menjadi seseorng yang sangat focus dan mampu
untuk waspada pada perasaan, memiliki fikiran yang imfulsivitas. Seseorang
dengan openness yang rendah cenderung memiliki pribadi dengan nilai kebersihan,
kepatuhan dan keamanan bersama, namun berfikiran yang sempit, konservatif dan tidak
menyukai perubahan.
Conscientioiusness (kesadaran)
Conscientiousness
juga disebut sebagai dimensi dependability. Menilai kemampuan individu untuk
berorganisasi, baik melalui ketekunan atau motivasi untuk mencapai tujuan dan
menjadi pelaku langsung. Menggambarkan self discipline seseorang, di cirikan
sebagai seorang dengan nilai kebersihan dan ambisi yang tinggi, seseorang yang
well organize, tepat waktu. Mendeskripsikan terhadap lingkungan sosial,
berfikir sebelum bertindak, menunda kepuasan, serta mengikuti peraturan, norma,
terencana, dan mengutamakan tugas. Mereka dengan conscisntiousness yang tinggi
cenderung mendengarkan kata hati dan mengejar sedikit tujuan dengan satu cara
yang terarah, sedangkan yang memiliki nilai rendah pada dimensi ini akan
cenderung menjadi pribadi yang kacau pikirannya mengejar banyak tujuan.
Extraversion (Ekstraversi).
Exrtaversion
biasa disebut faktor domain patuh, faktor ini adalah dimensi paling penting
dalam kepribadian. Kecenderungan untuk bersosialisasi dan membagi kasih sayang.
Menilai kualitas dan intensitas hubungan interpersonal dengan motivasi yang
tinggi untuk bergaul, memiliki kemampuan untuk berbahagia, dimensi ini
menunjukan tingkat kesenangan seseorang akan hubungan. Meraka adalah orang-orang
yang ramah, tegas serta menghabiskan banyak waktu untuk menikmati hubungan.
Seseorang yang tinggi dalam dimensi ini cenderung penuh semangat antusias,
dominan, ramah, dan komunikatif. Mereka mengingat semua interaksi sosial
berinteraksi dengan lebih banyak orang. Sedangkan yang rendah pada dimensi ini
akan lebih pemalu, kurang percaya diri dan pendiam.
Agreeableness (keramahan)
Menilai
kualitas orientasi individu dan kontinum nilai lemah lembut hingga yang
antagonis dalam berfikir, perasaan dan perilaku. Dimensi ini menilai
kecenderungan seseorang yang tunduk kepada orang lain mereka cenderung orang
yang komperatif dan mudah bersepakat dan mempercayai orang lain, mengindari
konflik namun di temukan masalah pada kepribadian ini mereka cenderung menjadi
seseorng dengan self estem yang rendah saat berhadapan dengan konflik.
Menghindari konflik karena tidak ingin menujukan kekuatan untuk
menyelesaikanya.
Neuroticism (neoritisme)
Friedman
(2006) menjelaskan bahwa neuroticism di sebut juga emotional distability. Trait
ini menilai kestabilan dan ketidakstabilan emosi, menggambarkan seseorang yang
mempunyai masalah dengan emosi yang bersifat negatif, secara emosional mereka
labil. Trait ini juga mengidentifikasikan individu apakah mudah stres,
mempunyai ide-ide yang tidak realitas. Seseorang dengan neuroticism yang tinggi
cenderung gugup, sensitif, tegang dan mudah cemas dalam hal ini mereka akan
mudah merasa khawatir dan tidak aman. Sedangkan seseorang dengan neuroticism
yang rendah akan lebih mudah merasa puas, gembira dan emosi positif lain dalam
kehidupannya. Seseorang dengan kecenderungan neuroticism yang tinggi selain
sulit menjalin hubungan dan berkomitmen mereka juga memiliki tingkat self estem
yang rendah atau dalam artian menjadi kurang menghargai diri sendiri.
Berikut adalah link untuk Big Five Personality Test : https://www.truity.com/test/big-five-personality-test
Sumber:
https://ahkammuhammad.wordpress.com/psikologi/teori/big-five-personality/
Sumber:
https://ahkammuhammad.wordpress.com/psikologi/teori/big-five-personality/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar