PENGERTIAN SISTEM INFORMASI
Berikut adalah pengertian sistem informasi menurut para ahli (Fauzi,
2017):
A. Menurut
Henry C. Lucas, sistem informasi adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur
yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi, akan menyediakan informasi untuk
mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian didalam organisasi.
B. Menurut
John F. Nash dan Martin B. Roberts, sistem informasi adalah suatu kombinasi
dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan
pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting,
memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan
yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan
menyediakan sesuatu dasar untuk pengambilan keputusan.
C. Menurut
James A. Hall, sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal dimana
data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan kepada
pemakai.
TUJUAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
Tujuan pengembangan sistem informasi (Maniah & hamidin, 2017),
adalah:
A. Untuk
membentuk sebuah sistem yang terintegrasi, artinya dapat berupa proses
menghubungkan sistem yang sifatnya individu atau kelompok. Sistem yang
terintegrasi bisa juga berupa pengkoleksian data penyambung secara otomatis
atau peningkatan koordinasi dan pencapaian sinergi.
B. Untuk
mencapai efesiensi pengelolaan sistem, artinya dapat diterapkan dalam
penggunaan basis data dalam upaya kesamaan pengadministrasian data.
C. Untuk
mendukung keputusan manajemen, artinya melengkapi informasi guna kebutuhan
proses pengambilan keputusan, akurasi dan informasi eksternal melalui jaringan
komunikasi dan ekstraksi dari informasi internal yang terpadu.
STRATEGI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
Strategi pengembangan sistem informasi, meliputi (Maniah & hamidin,
2017):
A. Menggunakan
paket perangkat lunak, strategi ini biasanya dipakai dengan cara membeli paket
sistem informasi dipasaran yang sudah siap pakai. Teknis pemakaian sistem indormasinya
disesuaikan dengan pengguna sistem.
B. Membangun
perangkat lunak aplikasi. Strategi ini dilakukan dengan mengembangkan sistem
informasi dari awal sesuai dengan tahap-tahap yang digunakan dalam pengembangan
ssistem indormasi.
C. Mengembangkan
secara iteratif. Strategi ini biasanya dilakukan dengan cara mengembangkan
sistem informasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai dengan rencara
pengembangan sistem informasi yang sudah dibuat.
D. Mengintergrasi
sistem (sub sistem). Strategi ini dilakukan dengan cara menyatukan
sistem-sistem informasi yang sudah ada dilingkungan kerja saat ini tetapi
sifatnya masih mulok (muatan lokal). Mengintegrasi sistem informasi ini
bertujuan agar sistem dapat saling bethubungan dan sharing terhadap data (penggunaan data secara bersama-sama) sesuai
ketentuan yang ada.
KOMPONEN SISTEM
INFORMASI
Menurut John Burch dan Gary Grudnitski (Fauzi, 2017), mengemukakan bahwa
sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah
blok bangunan (building block) yaitu:
A. Blok
masukan, yaitu input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini
termasuk metode-metode dan media untuk mengungkap data yang akan dimasukan yang
berupa dokumen-dokumen dasar. Contoh blok masukan adalah keyboard, scanner, sensor, voice recognizer dan lainnya.
B. Blok
model, yaitu terdiri dari kombinadi prosedur, logika dan model matematik yang
akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara
yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. Contohnya adalah
central processing unit (CPU).
C. Blok
keluaran, yaitu produk dari suatu sistem informasi adalah keluaran yang
merupakan informasi yang berkualitas dan berguna untuk semua pemakai sistem
yang merupakan hasil dari produk suatu sistem informasi. Contohnya adalah printer, video display, speaker dan
lainnya.
D. Block
teknologi, yaitu teknologi merupakan “kotak alat” dalam sistem informasi. Blok teknologi
ini merupakan suatu blok yang menerima input, menjalankan model, menyimpan dan
mengakses data, menghasilkan data mengirimkan keluaran serta membantu
pengendalian sistem secara keseluruhan. Blok teknologi terdiri dari 3 bagian,
yaitu brainware, software, dan hardware.
E. Block
data, yaitu basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan
dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan oleh
perangkat lunak untuk memanipulasinya.
F. Blok kendali, yaitu blok yang dipergunakan untuk
mengurangi terjadinya ancaman atau risiko terhadap sistem informasi, seperti
kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri,
kesalahan-kesalahan, ketakefisienan, dan lainnya.
ORGANISASI SISTEM INFORMASI
Spesialis informasi (Maniah & hamidin, 2017), adalah gambaran pegawai
perusahaan yang sepenuhnya bertanggung jawab mengembangkan dan memelihara
sistem berbasis komputer. Ada lima golongan utama spesialis informasi, yaitu:
A. Analis
sistem, yaitu pakar dalam mendefinisikan masalah dan menyiapkan dokumentasi
tertulis yang dapat dibaca oleh komputer.
B. Pengelola
database, yaitu suatu kumpulan data komputer yang terintegrasi, diatur dan
disimpan menurut suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali.
C. Spesialis
jaaringan, yaitu yang menggabungkan keahlian bidang komputer dan telekomunikasi.
D. Programmer,
yaitu menggunakan dokumentasi yang disiapkan oleh analis sistem untuk membuat
kode instruksi yang menyebabkan komputer mengubah data menjadi informasi yang
diperukan pemakai.
E. Operator/administator, yaitu mengelola
pengaturan sistem suatu perangkat komputer misalnya aplikasi, dekstop, server,
dll.
Daftar Pustaka :
Fauzi, R. A. (2017). Sistem informasi akuntansi (berbasis akuntansi). Yogyakarta:
Deepublish.
Maniah., Hamidin, D. (2017). Analisis dan perencanaan sistem informasi pembahan secara praktis
dengan contoh kasus. Yogyakarta: Deepublish.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar