Selasa, 02 Januari 2018

Computerized Adaptive Testing (CAT)

Computerized adaptive testing (CAT) merupakan generasi kedua dari pemanfaatan komputer untuk pengetesan. Dalam sejarah pengembangannya, CAT digunakan pertama kali pada seleksi personel dan klasifikasi di industri, pemerintahan, dan militer di Amerika Serikat. The Computerized Adaptive Testing version of the Armed Services Vocational Aptitude Battery (CAT-ASVAB) merupakan salah satu tes kemampuan manusia yang telah diteliti secara seksama dalam sejarah pengetesan modern. Dipersiapkan sejak tahun 1979 dan mulai digunakan pada bulan September 1990, CAT-ASVAB merupakan batere tes adaptif berskala besar yang diadministrasikan dalam situasi berisiko besar. Wainer [9] mencatat pengadminstrasian melalui CAT dalam empat tes berskala besar, yaitu Graduate Record Examination (GRE), Graduate Management adminision Test (GMAT), the Test of English as Foreign Language (TOEFL), dan Armed Services Vocational Aptitude Battery (ASVAB).
Embretson dan Reise mengemukakan lima faktor yang perlu diperhatikan dalam CAT, yaitu:
1.    Item bank. Karena tujuan CAT adalah untuk mengadministrasikan serangkaian item yang dapat memberikan informasi dan efisiensi yang maksimal untuk setiap penempuh tes, tidak semua item tes yang tersedia diberikan pada setiap penempuh tes. Oleh karena itu, idealnya tersedia sebuah item bank yang berisi sejumlah item yang memiliki kemampuan daya beda tinggi dengan parameter kesukaran tersebar diantara rentang kemampuan. Embretson dan Reise menyarankan sekitar 100 buah item yang ada dalam item bank. Drasgrow menyarankan 200 item untuk model 2 PL.
2. Mengadministrasikan item pertama. Apabila diperoleh informasi mengenai kemampuan penempuh tes, maka informasi tersebut dapat digunakan untuk memilih tingkat kesulitan pada butir soal di awal. Rata-rata kemampuan dari populasi penempuh tes dapat digunakan sebagai perkiraan kemampuan. Namun apabila tidak diperoleh informasi dan diasumsikan kemampuan penempuh tes dalam populasi terdistribusi secara normal, maka dapat dimulai dengan parameter kesukaran sedang (antara -0,5 dan 0,5). Di lain pihak, beberapa peneliti lebih suka untuk memulai dengan item mudah sehingga penempuh tes memiliki pengalaman berhasil dalam menjawab, sehingga mengurangi kecemasan dalam mengerjakan tes.
3.    Pemberian skor. Beberapa peneliti tidak menganjurkan metode maximum a posterori dan expected a posteriori karena berpotensi untuk mempengaruhi skor. Kelebihan dari metode maximum likelihood adalah tidak bias, efisien, dan error diasumsikan berdistribusi normal.
4.    Pemilihan item berikutnya. Maximum item information adalah strategi yang paling sering digunakan, selain minimum expected posterior standard deviation. Pada strategi maximum information, item yang dipilih adalah item yang memiliki parameter kesukaran mendekati perkiraan kemampuan penempuh tes saat itu. Sedangkan pada metode Bayesian, item yang dipilih adalah item yang dapat memaksimalkan expected posterior precision.
5.    Menghentikan Tes. Ada dua kriteria umum untuk menghentikan administrasi CAT, yaitu variable length dan fixed length. Pada variable length, administrasi CAT berhenti ketika SEM sudah mencapai batasan yang telah ditetapkan. Kriteria kedua, yaitufixed length, tes dihentikan apabila sejumlah item telah diadministrasikan. Keduanya kriteria ini dapat digabungkan, apabila kemungkinan akan kehabisan item sebelum target keakuratan tercapai (khususnya apabila hanya sedikit jumlah item yang tersedia). Embretson dan Reise menyarankan penggunaan SEM untuk menghentikan pengadministrasian tes karena memanfaatkan algoritma dari CAT. Selain itu, Thissen dan Mislevy, mengajukan pemberhentian item setelah selang waktu tertentu. Pengggunaan batas waktu ini tidak dianjurkan untuk power test, tapi akan memberikan keuntungan pada speed test.
Kelebihan CAT
Bunderson et. al mencatat beberapa kelebihan dari CAT, yaitu meningkatkan kontrol dalam menampilkan item, meningkatkan keamanan tes, memperkaya kemampuan tampilan, diperoleh skor yang sama dengan waktu yang lebih singkat, mengurangi error of measurement, dan meningkatkan penyekoran dan pelaporan.
Green juga mengemukakan kelebihan dari CAT, yaitu meningkatkan keamanan tes, individu dapat bekerja sesuai dengan kemampuannya, setiap individu tetap produktif karena ditantang mengerjakan soal yang sulit, mengatasi masalah yang terjadi dengan lembar jawaban, tes diskor segera, item dapat ditambahkan ke dalam tes, dan dapat menggunakan item yang beragam. Jette, Haley, & Wei Tao menambahkan kelebihan CAT, yaitu kemampuan untuk memperbarui dan memperbaiki item bank. Selain kelebihan di atas, hal yang penting diungkapkan adalah berkurangnya item tes yang perlu diadministrasikan kepada penempuh tes, dibandingkan administrasi konvensional yang mengadministrasikan seluruh item tes yang tersedia.

sumber:

COMPUTERIZED ADAPTIVE TESTING: PEMANFAATAN PSIKOLOGIS DARI KOMPUTER UNTUK PENGETESAN PSIKOLOGIS (PDF Download Available). Available from: https://www.researchgate.net/publication/276922201_COMPUTERIZED_ADAPTIVE_TESTING_PEMANFAATAN_PSIKOLOGIS_DARI_KOMPUTER_UNTUK_PENGETESAN_PSIKOLOGIS [accessed Jan 03 2018].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar