Computerized adaptive testing (CAT) merupakan generasi kedua dari pemanfaatan komputer
untuk pengetesan. Dalam sejarah pengembangannya, CAT
digunakan pertama kali pada seleksi personel dan klasifikasi di industri,
pemerintahan, dan militer di Amerika Serikat. The Computerized Adaptive Testing version of
the Armed Services Vocational Aptitude Battery (CAT-ASVAB) merupakan salah satu
tes kemampuan manusia yang telah diteliti secara seksama dalam sejarah
pengetesan modern. Dipersiapkan sejak tahun 1979 dan
mulai digunakan pada bulan September 1990, CAT-ASVAB merupakan batere tes
adaptif berskala besar yang diadministrasikan dalam situasi berisiko besar. Wainer
[9] mencatat pengadminstrasian melalui CAT dalam empat tes berskala besar,
yaitu Graduate Record Examination
(GRE), Graduate Management adminision
Test (GMAT), the Test of English as Foreign
Language (TOEFL), dan Armed Services Vocational
Aptitude Battery (ASVAB).
Embretson dan
Reise mengemukakan lima faktor yang perlu diperhatikan dalam CAT, yaitu:
1. Item bank. Karena tujuan CAT adalah untuk mengadministrasikan
serangkaian item yang dapat memberikan informasi dan efisiensi yang maksimal
untuk setiap penempuh tes, tidak semua item tes yang tersedia diberikan pada setiap
penempuh tes. Oleh karena itu, idealnya tersedia sebuah item
bank yang berisi sejumlah item yang memiliki kemampuan daya beda tinggi
dengan parameter kesukaran tersebar diantara rentang kemampuan. Embretson dan
Reise menyarankan sekitar 100 buah item yang ada dalam item
bank. Drasgrow menyarankan 200 item untuk model 2 PL.
2. Mengadministrasikan item pertama. Apabila diperoleh informasi
mengenai kemampuan penempuh tes, maka informasi tersebut dapat digunakan untuk
memilih tingkat kesulitan pada butir soal di awal. Rata-rata kemampuan dari populasi
penempuh tes dapat digunakan sebagai perkiraan kemampuan. Namun apabila tidak
diperoleh informasi dan diasumsikan kemampuan penempuh tes dalam populasi terdistribusi
secara normal, maka dapat dimulai dengan parameter kesukaran sedang (antara
-0,5 dan 0,5). Di lain pihak, beberapa peneliti lebih suka untuk memulai dengan
item mudah sehingga penempuh tes memiliki pengalaman berhasil dalam menjawab,
sehingga mengurangi kecemasan dalam mengerjakan tes.
3.
Pemberian skor. Beberapa peneliti tidak menganjurkan metode maximum
a posterori dan expected a posteriori karena berpotensi
untuk mempengaruhi skor. Kelebihan dari metode maximum likelihood adalah tidak bias, efisien, dan error diasumsikan
berdistribusi normal.
4.
Pemilihan item berikutnya. Maximum item information adalah strategi yang paling sering digunakan, selain minimum expected posterior standard deviation.
Pada strategi maximum information, item yang dipilih
adalah item yang memiliki parameter kesukaran mendekati perkiraan
kemampuan penempuh tes saat itu. Sedangkan pada metode Bayesian, item yang dipilih
adalah item yang dapat memaksimalkan expected posterior precision.
5.
Menghentikan Tes.
Ada dua kriteria umum untuk menghentikan administrasi CAT, yaitu variable length dan fixed
length. Pada variable length, administrasi CAT berhenti ketika SEM sudah mencapai batasan
yang telah ditetapkan. Kriteria kedua, yaitufixed length,
tes dihentikan apabila sejumlah item telah diadministrasikan. Keduanya kriteria
ini dapat digabungkan, apabila kemungkinan akan kehabisan item sebelum target
keakuratan tercapai (khususnya apabila hanya sedikit jumlah item yang tersedia).
Embretson dan Reise menyarankan penggunaan SEM untuk menghentikan pengadministrasian
tes karena memanfaatkan algoritma dari CAT. Selain itu, Thissen dan Mislevy, mengajukan pemberhentian item setelah selang waktu tertentu. Pengggunaan batas
waktu ini tidak dianjurkan untuk power test, tapi akan memberikan keuntungan pada speed test.
Kelebihan CAT
Bunderson et. al mencatat beberapa kelebihan dari CAT, yaitu meningkatkan
kontrol dalam menampilkan item, meningkatkan keamanan tes, memperkaya kemampuan
tampilan, diperoleh skor yang sama dengan waktu yang lebih singkat, mengurangi error of measurement, dan meningkatkan penyekoran dan pelaporan.
Green juga mengemukakan kelebihan dari CAT, yaitu meningkatkan keamanan tes, individu
dapat bekerja sesuai dengan kemampuannya, setiap individu tetap produktif
karena ditantang mengerjakan soal yang sulit, mengatasi masalah yang terjadi
dengan lembar jawaban, tes diskor segera, item dapat ditambahkan ke dalam tes,
dan dapat menggunakan item yang beragam. Jette, Haley, & Wei Tao menambahkan
kelebihan CAT, yaitu kemampuan untuk memperbarui dan memperbaiki item bank. Selain kelebihan di atas, hal yang penting diungkapkan
adalah berkurangnya item tes yang perlu diadministrasikan kepada penempuh tes, dibandingkan
administrasi konvensional yang mengadministrasikan seluruh item tes yang
tersedia.
sumber:
COMPUTERIZED ADAPTIVE TESTING: PEMANFAATAN PSIKOLOGIS
DARI KOMPUTER UNTUK PENGETESAN PSIKOLOGIS (PDF Download Available).
Available from: https://www.researchgate.net/publication/276922201_COMPUTERIZED_ADAPTIVE_TESTING_PEMANFAATAN_PSIKOLOGIS_DARI_KOMPUTER_UNTUK_PENGETESAN_PSIKOLOGIS
[accessed Jan 03 2018].
Tidak ada komentar:
Posting Komentar