Rabu, 30 Maret 2016

TEORI KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT TOKOH

CARL ROGERS

Teori Rogers mirip dengan pendekatan Freud, namun pada hakikatnya Rogers berbeda dengan Freud karena Rogers menganggap bahwa manusia pada dasarnya baik atau sehat. Menurut Rogers, pribadi yang sehat muncul dari aktualisasi diri seseorang dalam kehidupannya. Pengalaman-pengalaman yang telah terjadi memotivasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih sehat dari sebelumnya. Perkembangan aktualisasis diri berubah sejalan dengan semakin bertambahnya umur sebagai akibat dari perkembangan biologis dan belajar. Dengan kata lain, Rogers memandang kesehatan mental sebagai proses perkembangan hidup alamiah, sementara penyakit jiwa, kejahatan, dan persoalan kemanusiaan lain dipandang sebagai penyimpangan dari kecenderungan alamiah. Orang yang sehat menurut Rogers adalah orang yang bisa mengaktualisasikan dirinya. Maksud dari aktualisasi diri adalah suatu proses yang sulit dan terkadang menyakitkan. Manusia yang sadar dan rasional tidak lagi dikontrol oleh peristiwa kanak-kanakan seperti yang di ajukan oleh aliran Freud, misalnya Toilet training, dan juga pengalaman seksual sebelumnya.

Perkembangan Kepribadian
Rogers tidak membahas teori pertumbuhan dan perkembangan, namun dia yakin adanya kekuatan tumbuh pada semua orang yang secara alami mendorong proses organisme menjadi semakin kompleks, otonom, sosial, dan secara keseluruhan semakin aktualisasi diri.
Rogers menyatakan bahwa self berkembang secara utuh keseluruhan, menyentuh semua bagian-bagian. Berkembangnya self diikuti oleh kebutuhan penerimaan positif, dan penyaringan tingkah laku yang disadari agar tetap sesuai dengan struktur self sehingga dirinya berkembang menjadi pribadi yang berfungsi utuh.
Pribadi yang berfungsi utuh menurut Rogers adalah individu yang memakai kapasitas dan bakatnya, merealisasi potensinya, dan bergerak menuju pemahaman yang lengkap mengenai dirinya sendiri dan seluruh rentang pengalamannya.
Konsep diri (self concept) menurut Rogers adalah bagian sadar dari ruang fenomenal yang disadari dan disimbolisasikan. Jadi, self concept adalah kesadaran batin yang tetap, mengenai pengalaman yang berhubungan dengan aku dan membedakan aku dari yang bukan aku.
Konsep diri ini terbagi menjadi 2 yaitu :
·           Ideal Self    : diri yang diharapkan individu
·        Relity Self   : kenyataan yang ada pada diri individual atau keadaan apa adanya pada diri individu.
Kesulitan akan timbul bila tidak ada ketidaksesuaian antara reality self dengan ideal selfnya (kesenjangan antara harapan dan realita). Jadi Individual yang sehat adalah individu yang jarak reality self dan ideal self tidak terlalu jauh.
Self merupakan satu-satunya struktur kepribadian yang sebenarnya. Dengan kata lain self terbentuk melalui deferiensiasi medan fenomena dan melalui introjeksi nilai-nilai orang tertentu serta dari distorsi pengalaman. Self bersifat integral dan konsisten. Pengalaman yang tidak sesuai dengan struktur self dianggap ancaman dan self dapat berubah sebagai akibat kematangan biologik dan belajar. Konsep self menggambarkan konsepsi mengenai dirinya sendiri, ciri-ciri yang dianggapnya menjadi bagian dari dirinya. Misalnya, orang mungkin memandang dirinya sebagai; “saya cerdas, menyenangkan, jujur, baik hari, dan menarik”.

ALLPORT

Allport mendefinisikan kepribadian sebagai organisasi dinamis dari sistem psikofisik seseorang yang menentukan perilaku dan pikiran dari orang tersebut. Menurut Allport orang yang sehat secara psikologis kebanyakan termotivasi oleh proses yang disadari seperti mempunyai perluasan atas rasa tentang diri, berhubungan dengan penuh kasih sayang dengan orang lain, menerima diri mereka apa adanya, mempunyai persepsi realistis mengenai dunia, serta memiliki wawasan, humor, dan filosofi kehidupan yang menyeluruh. Allport mendukung suatu posisi yang proaktif, yaitu penekanan pandangan manusia mempunyai kemampuan yang besar atas kontrol yang sadar mengenai hidup mareka.

Struktur Kepribadian
Menurut Allport struktur kepribadian terpenting adalah yang dapat dideskripsikan orang tersebut dalam konteks karekteristik individual yang yang disebut sebagai disposisi personal. Struktur kepribadian menjadi 2 yaitu,
1.         Disposisi personal adalah struktur neuropsikis umum (khas bagi individu) yang mempunyai kapasitas untuk memberikan respon terhadap banyak stimulus yang berfungsi ekuivalen, serta untuk memulai dan mengarahkan bentuk perilaku adaptif ekspresif yang konsisten (setara). Tiga tahapan diposisi personal adalah disposisi pokok hanya dimiliki oleh beberapa orang dan sangat jelas sehingga tidak dapat disembunyikan, disposisi sentral 5-10 karakter yang membuat seseorang menjadi khas, disposisi sekunder  yang lebih tidak dapat dibedakan namun terdapat dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan disposisi sentral.
2.         Proprium merujuk pada perilaku dan disposisi personal yang hangat dan sentral untuk hidup kita, dan kita anggap sebagai sesuatu yang khusus kita miliki.

Motivasi
Kekuatan dari struktur motivasi dalam kepribadian menurut Allport berbeda dengan yang lain, dimana ia mengatakan bahwa yang paling menunjang dalam motivasi ialah kemampuan kognitif dan perencanaan hidup. Dari dua hal itu, ia mampu membentuk motivasi dalam dirinya karena ia telah memiliki kemampuan kognitif dan perencanaan.

Otonomi Fungsional
Otonomi fungsional adalah struktur yang membahas tentang keanekaragaman pribadi. Keanekaragaman pribadi dibagi dalam dua tingkat otonomi yaitu: Kebiasaan dan Minat. Kebiasaan adalah struktur yang terbentuk dari keterikatan lingkungan kita. Misalnya jika kita tinggal di lingkungan yang banyak pemain bola, maka kita akan ikut juga untuk bermain bola, sedangkan Minat adalah stuktur yang terbentuk dari kesadaran akan target yang kita inginkan.

ABRAHAM MASLOW

Maslow berpendapat bahwa seseorang akan memiliki kepribadian yang sehat, apabila dia telah mampu untuk mengaktualisasikan dirinya secara penuh (self actualizing person). Dia mengemukakan teori motivasi bagi self actualizinga-needs person, dengan nama metamotivation, metaneeds B motivation, atau being values (kebutuhan untuk berkembang). Sementara motivasi bagi orang yang tidak mampu mengaktualisasikan dirinya dinamai D-motivation atau deficiency. Di bawah ini ciri-ciri dari metaneeds dan metapologi:
Metaneeds :Sikap percaya, bijak dan baik, indah (estetis), kesatuan (menyeluruh), energik dan optimis, pasti, lengkap, adil dan altruis, berani, sederhana (simple).
Metapologis : Tidak percaya, sinis dan skeptic, benci dan memuakkan, vulgar dan mati rasa, disintegrasi, kehilangan semangat hidup, pasif dan pesimis, kacau dan tidak dapat diprediksi, tidak lengkap dan tidak tuntas, suka marah-marah, tidak adil dan egois, rasa tidak aman dan memerlukan bantuan, sangat komplek dan membingungkan.
Mengenai self actualizing person, atau orang yang sehat mentalnya, Maslow mengemukakan ciri-cirinya sebagai berikut:
1.         Mempersepsi kehidupan atau dunianya sebagaimana apa adanya, dan merasa nyaman dalam menjalaninya
2.         Menerima dirinya sendiri, orang laindan lingkungannya.
3.         Bersikap spontan, sederhana, alami, bersikap jujr, tidak dibuat-buat dan terbuka.
4.         Mempunyai komitmen atau dedikasi untuk memecahkan masalah di luar dirinya (yang dialami orang lain).
5.         Bersikap mandiri atau independen.
6.         Memiliki apresiasi yang segar terhadap lingkungan di sekitarnya
7.         Mencapai puncak pengalaman, yaitu suatu keadaan dimana seseorang mengalami kegembiraan yang luar biasa. Pengalaman ini cenderung lebih bersifat mistik atau keagamaan
8.         Memiliki minat social, simpati, empati dan altruis
9.         Sangat senang menjalin hubungan interpersonal (persahabatan atau persaudaraan) dengan orang lain
10.     Bersikap demokratis (toleran, tidak rasialis, dan terbuka)
11.     Kreatif (fleksibel, spontan, terbuka dan tidak takut salah).
Pandangan maslow tentang hakikat manusia yaitu manusia bersifat optimistik, bebas berkehendak, sadar dalam memilih, unik, dapat mengatasi pengalaman masa kecil, dan baik. Menurut dia kepribadian itu dipengaruhi oleh hereditas dan lingkungan.

ERICH FROMM

Kebahagiaan merupakan suatu bagian integral dari kepribadian sehat, bukan suatu hasil sampingan yang terjadi kebetulan. Kebahagiaan merupakan hasil dari kehidupan produktif dan membantu serta memajukan juga tingkat-tingkat produktifitas yang lebih tinggi. Kebahagiaan sungguh-sungguh merupakan suatu bagian dari kehidupan sehat sehingga dapat diambil sebagai bukti dari tingkat kesehatan psikologis yang telah dicapai seseorang. Fromm mengembangkan dan memperhalus teorinya sendiri tentang kepribadian. Sistemnya menggambarkan kepribadian sebagai yang ditentukan oleh kekuatan-kekuatan sosial yang mempengaruhi individu dalam masa kanak-kanak dan juga kekuatan-kekuatan historis yang telah mempengaruhi perkembangan spesies manusia.

Kepribadian yang sehat menurut Fromm
kepribadian sehat menurut Erich fromm adalah penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat merupakan kompromi antara kebutuhan-kebutuhan batin dan tuntutan dari luar dan seseorang menerapkan kerakter sosial untuk memenuhi harapan masyarakat. Kepribadian sehat juga adanya keinginan untuk mencintai dan di cintai. Fromm telah memberikan suatu gambaran jelas tentang kepribadian yang sehat.
·         Orang yang demikian mencintai sepenuhnya,
·         Kreatif,
·         Memiliki kemampuan-kemampuan pikiran yang sangat berkembang,
·         Mengamati dunia dan diri secara objektif,
·         Memiliki suatu perasaan identitas yang kuat,
·         Berhubungan dengan dan berakar didunia,
·         Subjek atau pelaku dari diri dan nasib,
·         Bebas dari ikatan-ikatan sumbang.
yang mempunyai kepribadian sehat dapat memuaskan kebutuhan psikologisnya secara kreatif dan produktif. Sedangkan orang yang sakit dapat memuaskan kebutuhan-kebutuhannya dengan cara irasional. Fromm mengemukakan lima kebutuhan antara lain:
1.         Hubungan
2.         Transedensi
3.         Berakar
4.         Perasaan identitas
5.         Kerangka orientasi.
Ada 4 segi tambahan dalam kepribadian sehat dapat membantu menjelaskan apa yang dimaksudkan Fromm dengan orientasi produktif, yaitu : 
1.         Cinta yang produktif, suatu hubungan manusia yang bebas dan sederajat di mana pasangan dapat mempertahankan individualitas mereka. Cinta yang produktif tidak terbatas pada cinta erotis, tetapi mungkin merupakan cinta persaudaraan atau cinta keibuan.
2.         Pikiran yang produktif, meliputi kecerdasan, pertimbangan, dan objektivitas.
3.         Kebahagiaan, bukan semata-mata suatu perasaan atau keadaan yang menyenangkan, tetapi juga suatu kondisi yang meningkatkan seluruh organisme, menghasilkan penambahan gaya hidup, kesehatan fisik, dan pemenuhan potensi seseorang.
4.         Suara hati, suara hati otoriter adalah penguasa dari luar yang diinternalisasikan yang memimpin tingkah laku orang itu. Contohnya orangtua, negara. Suara hati humanistis ialah suara hati dari diri dan bukan dari suatu perantara dari luar.
Sumber :

schultz, duane. Psikologi pertumbuhan: model-model kepribadian sehat. 1991. Yogyakarta: Kanisius.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar