Minggu, 22 Oktober 2017

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI

Berikut adalah pengertian sistem informasi menurut para ahli (Fauzi, 2017):
A.       Menurut Henry C. Lucas, sistem informasi adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi, akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian didalam organisasi.
B.       Menurut John F. Nash dan Martin B. Roberts, sistem informasi adalah suatu kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan sesuatu dasar untuk pengambilan keputusan.
C.    Menurut James A. Hall, sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan kepada pemakai.

TUJUAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
Tujuan pengembangan sistem informasi (Maniah & hamidin, 2017), adalah:
A. Untuk membentuk sebuah sistem yang terintegrasi, artinya dapat berupa proses menghubungkan sistem yang sifatnya individu atau kelompok. Sistem yang terintegrasi bisa juga berupa pengkoleksian data penyambung secara otomatis atau peningkatan koordinasi dan pencapaian sinergi.
B.     Untuk mencapai efesiensi pengelolaan sistem, artinya dapat diterapkan dalam penggunaan basos data dalam upaya kesamaan pengadministrasian data.
C.    Untuk mendukung keputusan manajemen, artinya melengkapi informasi guna kebutuhan proses pengambilan keputusan, akurasi dan informasi eksternal melalui jaringan komunikasi dan ekstraksi dari informasi internal yang terpadu.

PENGERTIAN PSIKOLOGI
Berikut adalah pengertian sistem informasi menurut para ahli:
A.   Pengertian psikologi menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
B.     Pengertian psikologi menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
Dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari.
Menurut Septiani (2016), jika dikaitkan dengan sistem informasi, yaitu informasi sebagai stimulus dapat dikaji dan dipergunakan untuk berbagai macam bidang ilmu, salah satunya adalah sistem informasi psikologi. Para ahli psikologi mempelajari sistem informasi dengan ketertarikan terhadap bagaimana pengambil keputusan manusia mengenal dan menggunakan informasi formal. Sistem informasi psikologi adalah suatu bidang kajian ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara ilmu psikologi itu sendiri dalam kaitannya dengan penggunaan komputer dan aplikasinya dalam bidang psikologi. Contoh nyata dari pengaplikasian SIP dalam kehidupan adalah penggunaan teknologi dalam pengambilan data tes psikologi, dalam hal ini umumnya komputer (komputerisasi alat tes psikologi).

DAFTAR PUSTAKA:
Dakir. (1993). Dasar-dasar psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fauzi, R. A. (2017). Sistem informasi akuntansi (berbasis akuntansi). Yogyakarta: Deepublish.
Maniah., Hamidin, D. (2017). Analisis dan perencanaan sistem informasi pembahan secara praktis dengan contoh kasus. Yogyakarta: Deepublish.
Muhibbinsyah. (2001). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Sabtu, 14 Oktober 2017

SISTEM INFORMASI

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI

Berikut adalah pengertian sistem informasi menurut para ahli (Fauzi, 2017):
A.        Menurut Henry C. Lucas, sistem informasi adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi, akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian didalam organisasi.
B.       Menurut John F. Nash dan Martin B. Roberts, sistem informasi adalah suatu kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan sesuatu dasar untuk pengambilan keputusan.
C.    Menurut James A. Hall, sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan kepada pemakai.

TUJUAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

Tujuan pengembangan sistem informasi (Maniah & hamidin, 2017), adalah:
A. Untuk membentuk sebuah sistem yang terintegrasi, artinya dapat berupa proses menghubungkan sistem yang sifatnya individu atau kelompok. Sistem yang terintegrasi bisa juga berupa pengkoleksian data penyambung secara otomatis atau peningkatan koordinasi dan pencapaian sinergi.
B.     Untuk mencapai efesiensi pengelolaan sistem, artinya dapat diterapkan dalam penggunaan basis data dalam upaya kesamaan pengadministrasian data.
C.    Untuk mendukung keputusan manajemen, artinya melengkapi informasi guna kebutuhan proses pengambilan keputusan, akurasi dan informasi eksternal melalui jaringan komunikasi dan ekstraksi dari informasi internal yang terpadu.

STRATEGI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

Strategi pengembangan sistem informasi, meliputi (Maniah & hamidin, 2017):
A.        Menggunakan paket perangkat lunak, strategi ini biasanya dipakai dengan cara membeli paket sistem informasi dipasaran yang sudah siap pakai. Teknis pemakaian sistem indormasinya disesuaikan dengan pengguna sistem.
B.      Membangun perangkat lunak aplikasi. Strategi ini dilakukan dengan mengembangkan sistem informasi dari awal sesuai dengan tahap-tahap yang digunakan dalam pengembangan ssistem indormasi.
C.  Mengembangkan secara iteratif. Strategi ini biasanya dilakukan dengan cara mengembangkan sistem informasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai dengan rencara pengembangan sistem informasi yang sudah dibuat.
D.    Mengintergrasi sistem (sub sistem). Strategi ini dilakukan dengan cara menyatukan sistem-sistem informasi yang sudah ada dilingkungan kerja saat ini tetapi sifatnya masih mulok (muatan lokal). Mengintegrasi sistem informasi ini bertujuan agar sistem dapat saling bethubungan dan sharing terhadap data (penggunaan data secara bersama-sama) sesuai ketentuan yang ada.

KOMPONEN SISTEM INFORMASI

Menurut John Burch dan Gary Grudnitski (Fauzi, 2017), mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block) yaitu:
A.   Blok masukan, yaitu input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media untuk mengungkap data yang akan dimasukan yang berupa dokumen-dokumen dasar. Contoh blok masukan adalah keyboard, scanner, sensor, voice recognizer dan lainnya.
B.    Blok model, yaitu terdiri dari kombinadi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. Contohnya adalah central processing unit (CPU).
C.    Blok keluaran, yaitu produk dari suatu sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan berguna untuk semua pemakai sistem yang merupakan hasil dari produk suatu sistem informasi. Contohnya adalah printer, video display, speaker dan lainnya.
D.  Block teknologi, yaitu teknologi merupakan “kotak alat” dalam sistem informasi. Blok teknologi ini merupakan suatu blok yang menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan data mengirimkan keluaran serta membantu pengendalian sistem secara keseluruhan. Blok teknologi terdiri dari 3 bagian, yaitu brainware, software, dan hardware.
E.   Block data, yaitu basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan oleh perangkat lunak untuk memanipulasinya.
F.    Blok kendali, yaitu blok yang dipergunakan untuk mengurangi terjadinya ancaman atau risiko terhadap sistem informasi, seperti kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, kesalahan-kesalahan, ketakefisienan, dan lainnya.

ORGANISASI SISTEM INFORMASI

Spesialis informasi (Maniah & hamidin, 2017), adalah gambaran pegawai perusahaan yang sepenuhnya bertanggung jawab mengembangkan dan memelihara sistem berbasis komputer. Ada lima golongan utama spesialis informasi, yaitu:
A.    Analis sistem, yaitu pakar dalam mendefinisikan masalah dan menyiapkan dokumentasi tertulis yang dapat dibaca oleh komputer.
B.   Pengelola database, yaitu suatu kumpulan data komputer yang terintegrasi, diatur dan disimpan menurut suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali.
C. Spesialis jaaringan, yaitu yang menggabungkan keahlian bidang komputer dan telekomunikasi.
D.   Programmer, yaitu menggunakan dokumentasi yang disiapkan oleh analis sistem untuk membuat kode instruksi yang menyebabkan komputer mengubah data menjadi informasi yang diperukan pemakai.
E.  Operator/administator, yaitu mengelola pengaturan sistem suatu perangkat komputer misalnya aplikasi, dekstop, server, dll.

Daftar Pustaka :
Fauzi, R. A. (2017). Sistem informasi akuntansi (berbasis akuntansi). Yogyakarta: Deepublish.

Maniah., Hamidin, D. (2017). Analisis dan perencanaan sistem informasi pembahan secara praktis dengan contoh kasus. Yogyakarta: Deepublish. 

Minggu, 08 Oktober 2017

DATA DAN INFORMASI

A.    Data

1.        Definisi Data
Pengertian data menurut Kuswadi dan Mutiara (2004), adalah kumpulan informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan, dapat berupa angka, lambang atau sifat.
Selanjutnya, menurut Webster New World Dictionary (dalam Situmorang dkk, 2010) adalah sesuatu yang diketahui atau yang dianggap, diketahui artinya sudah terjadi merupakan fakta (bukti) dan dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan.
Menurut Amsyah (2005), data dalah kata jamak (plural) dan kata tunggalnya (singular) adalah datum. Kata tersebut berasal dari bahasa Latin yang berarti fakta, kenyataan, kejadian atau peristiwa, jadi data adalah suatu kebenaran karena itu ciri atau karakteristik utama data adalah benar.

2.        Data yang baik
Kuswadi dan Mutiara (2004), mengungkapkan bahwa data yang baik adalah data yang memiliki sifat sebagai berikut:
a.         Representatif (mewakili)
b.         Obyektif (sesuai dengan apa yang ada atau terjadi)
c.   Relevan (ada hubungannya dengan persoalan yang sedang dihadapi dan akan dipecahkan)
d.        Mempunyai tingkat keteltian yang tinggi atau “standard error” (kesalahan baku) yang kecil.

Situmorang dkk (2010) juga mengungkapkan tentang data yang baik, yaitu:
a.          Data yang bisa dipercaya kebenarannya (reliable)
b.          Tepat waktu dan mencakup ruang lingkup yang luas
c.    Dapat memberikan gambaran suatu masalah secara menyeluruh merupakan data relevan.

3.        Pembagian Data
Menurut Situmorang dkk (2010), data dapat dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:
a.         Menurut sifatnya, yang selanjutnya dapat dibagi dua, yakni:
1)  Data kualitatif, yaitu data yang tidak berbentuk angka, misalnya kuesioner pertanyaan tentang suasana kerja, kualitas pelayanan sebuah restoran atau gaya kepemimpinan.
2)   Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka, misalnya harga saham dan besarnya pendapatan.
b.         Menurut sumber data, yang selanjutnya dibagi menjadi dua:
1)    Data internal, yaitu data dari dalam suatu organisasi yang menggambarkan keadaan organisasi tersebut, misalnya data jumlah karyawan dalam suatu perusahaan, jumlah modal dan jumlah produksi.
2)    Data eksternal, yaitu data dari luar suatu organisasi yang dapat menggambarkan faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi hasil kerja suatu organisasi, misalnya daya beli masyarakat mempengaruhi hasil penjualan suatu perusahaan.
c.         Menurut cara memperolehnya, dibagi menjadi dua, yakni:
1)   Data primer, yaitu data yang dikumpulkan sendiri oleh perorangan atau suatu organisasi secara langsung dari objek yang diteliti dan untuk kepentingan studi yang bersangkutan yang dapat berupa wawancara dan observasi.
2)   Data sekunder, yaitu data yang dipeoleh atau dikumpulkan dan disatukan oleh studi-studi sebelumnya atau yang diterbitkan oleh berbagai instansi lain, biasanya sumber tidak langsung berupa data dokumentasi dan arsip-arsip resmi.
d.        Menurut waktu pengumpulannya, dibagi menjadi dua:
1)    Data cross section, yaitu data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu dan untuk menggambarkan keadaan atau kegiatan pada waktu tersebut, misalnya data penelitian menggunakan kuesioner.
2)       Data time series, yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk melihat perkembangan suatu keadaan atau kegiatan.

B.     INFORMASI
a.        Definisi Informasi
Berikut adalah definisi informasi dari beberapa ahli (Oktafianto, 2016):
a.    Menurut Sutarman, informasi adalah sekumpulan fakta (data) yang diorganisasikan dengan cara tertentu sehingga mereka mempunyai arti bagi si penerima.
b.     Menurut Jogiyanto, informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya.
c.       Menurut Edhy Sutanta, informasi merupakan hasil pengolahan data, sehingga menjadi bentuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai kegunaan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang dapat dirasakan akibatnya secara langsung saat itu juga atau secara tidak langsung pada saat mendatang.
d.    Menurut Krismiaji, informasi adalah data yang telah diorganisasi dan telah memiliki kegunaan dan manfaat.
Dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan data yang diolah menjadi bentuk berguna untuk membuat keputusan. Informasi berguna untuk pembuat keputusan karena informasi menurunkan ketidakpastian (atau meningkatkan pengetahuan).
b.        Kualitas Informasi
Menurut Sutabri (dalam Oktafianto, 2016), mengemukakan bahwa kualitas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu:
a.         Informasi harus akurat (accurate)
Informasi harus bebada dari kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti bahwa informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
b.    Tepat waktu
Informasi yang sampai pada si penerima tidak boleh terlambat, informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi, karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan.
c.     Relevan (relevance)
Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi untuk setiap orang, satu dengan yang lainnya adalah berbeda.

Daftar pustaka:
Kuswadi., Mutiara, E. (2004). Delta delapan langkah dan tujuh alat statistik untuk peningkatan mutu berbasis komputer. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Situmorang., dkk. (2010). Analisis data: untuk riset manajemen dan bisnis. Medan: USU Press.
Oktafianto, M. M. (2016). Analisis dan perancangan sistem informasi menggunakan model tersruktur dan uml. Yogyakarta: ANDI
Amsyah, Z. (2005). Manajemen sistem informasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.