Minggu, 22 Maret 2015

my future goal

    Setiap orang memiliki cita-citanya masing-masing. Cita-cita bisa terwujud ketika kita bersungguh-sungguh dalam menggapainya. Dulu cita-cita saya adalah ingin menjadi penari tradisional. saya ingin mempunyai sanggar tari sendiri. Saya berminat untuk mengambil kuliah jurusan seni tari namun dilarang oleh orang tua saya karna menurut mereka tarian bisa dipelajari diluar kuliah. Saya juga berpikir demikian jadi saya tidak terlalu kecewa. Sekarang cita-cita saya adalah menjadi psikolog. Awal mula saya bercita-cita demikian adalah karena saudara saya yang berprofesi sebagai guru olahraga SD dan dia bilang sama saya "aku sempet belajar sedikit tentang psikologi, seru banget bisa tau tentang karakter-karakter orang yang berbeda-beda, bisa tau gimana cara menyelesaikan masalah dengan baik" dan dari situ saya berminat untuk mendalami dunia psikologi. Kedua orang tua saya pun mendukung pilihan saya. Teman-teman saya juga demikian, karena dari dulu saya suka mendengarkan cerita-cerita mereka dan menurut saya ketika saya bisa memberikan solusi dan bisa membantu mereka, itu menjadi kebahagiaan tersendiri untuk saya. Tapi saya sempat ragu dengan jurusan psikologi karna banyak sekali tanggapan orang tentang jurusan psikologi. Dari mulai sulit mendapat pekerjaan, banyak yang menyimpang dan alasan-alasan lain yang sebenarnya tidak masuk akal. Lalu berpindah haluan ingin masuk ke jurusan sosiologi, tetapi saya berpikir saya lebih ingin fokus mempelajari manusia dan proses mentalnya bukan sosiologi yang fokus pada manusia dimasyarakat. Lalu saya bercerita kepada teman saya yang juga berminat masuk jurusan psikologi, saya bertanya harus pilih yang mana. Dia bilang "pilih sesuai keinginan lo,kalo lo pilih sesuai keinginan insyaallah jalannya mudah,rezeki udah ada yang ngatur tinggal gimana usaha kita buat dapetin rezeki itu". Semenjak itu saya yakin lagi untuk mengambil jurusan psikologi. Setelah lulus SMA saya mendaftar di unj jurusan psikologi, uns jurusan design interior dan upi jurusan psikologi. Tadinya saya ingin mendaftar di pnj karena menurut kaka kelas saya kalau kita punya sertifikat dari pnj akan lebih mudah. Jadi saya dulu pernah ikut lomba tari saman yang diselenggarakan oleh pnj dan mendapat juara 1. Tapi karna di pnj tidak ada jurusan yang saya minati jadi saya tidak mendaftar di pnj. Saya mendaftar jurusan design interior hanya asal-asalan tapi ternyata itu ada tesnya, akhirnya saya mengikuti tes gambar di unj. Saya kesana bersama teman saya yang salah mendaftar juga seperti saya. Sebelum tes kita sangat tegang karena minim nya basic menggambar dan peserta lain sangat serius. Namun saya tidak lolos di universitas negri yang saya daftarkan. Selanjutnya saya mencari universitas swasta yang fakultas psikologinya terakreditasi A dan saya memilih universitas gunadarma. Sejauh ini saya sangat menikmati belajar psikologi karena materinya berhubungan dengan kehidupan sehari-hari sehingga tidak membosankan. Psikolog indonesia favorit saya adalah Tika Bisono. Disalah satu seminarnya yang saya hadiri beliau pernah berkata "ketika kita coba buat menyelesaikan masalah orang, kita harus selalu siap ada untuk dia. Buat dia tidak merasa sendirian, karena ketika ia merasa ada orang disampingnya, ia akan lebih mudah bangkit". Saya ingin membantu banyak orang dengan ilmu psikologi yang saya pelajari. Karna pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa sendiri dan membutuhkan orang lain dalam hal apapun. Saya juga masih ingin suatu saat nanti bisa mempunyai sanggar tari sendiri. Semoga cita-cita saya terwujud aamiin.