PENGANTAR
BIOPSIKOLOGI
1. Pengertian dan ruang
lingkup biopsikologi
Psikologi adalah
sebuah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai
perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah. Para praktisi dalam bidang
psikologi disebut para psikolog. Para psikolog berusaha mempelajari peran
fungsi mental dalam perilaku individu maupun kelompok, selain juga mempelajari
tentang proses fisiologis dan neurobiologis yang mempelajari perilaku
Biopsikologi
adalah cabang ilmu yang mempelajari mengenai mekanisme perilaku dan pengalaman
dari sisi fisiologi, evolusi, serta perkembangan. Manusia pada dasarnya mewarisi sifat-sifat fisik dari orang
tuanya, atau juga nenek dan kakeknya secara genetik. Ciri-ciri ini nampak
melalui aspek tinggi badan, warna kulit, warna mata, keadaan rambut lurus atau kerinting, ketebalan bibir
dan sebagainya. Demikian pula ahli biopsikologi melihat bahawa sifat dan
tingkah laku manusia juga mengalami pewarisan daripada induk asal. Sebagai
contoh sifat pendiam, talkactive, dominan atau pasif adalah ciri-ciri sifat alamiah
manusia dan tidak dipelajari melalui pengalaman.
2. Keterkaitan Biologi
dengan Kajian Biopsikologi
Sejauh
mana hubungan psikologi dengan biologi? Biologi mempelajari kehidupan jasmaniah
manusia atau hewan, yang bila dilihat dari objek materialnya, terdapat bidang
yang sama dengan psikologis, hanya saja objek formalnya berbeda. Objek formal
biologi adalah kehidupan jasmaniah (fisik), sedangkan objek formal psikologi
adalah kegiatan atau tingkah laku manusia.
Menurut
Bonner (dalam Sarwono, 1997:17), perbedaan psikologi dan biologi adalah sebagai
berikut. Psikologi merupakan ilmu yang subjektif, sedangkan biologi adalah ilmu
yang objektif. Psikologi disebut ilmu subjektif karena mempelajari pengindraan
(sensation) dan persepsi manusia sehingga manusia dianggap sebagai
subjek atau perilaku, bukan objek. Sebaliknya, biologi mempelajari manusia
sebagai jasad atau objek. Jadi, perbedaan selanjutnya antara psikologi dan
biologi adalah psikologi mempelajari nilai-nilai yang berkembang dari persepsi
subjek, sementara biologi mempelajari fakta yang dipelajari perilaku secara
“molar” (perilaku penyesuaian diri secara menyeluruh), sementara biologi
(termasuk ilmu faal) mempelajari perilaku manusia secara “molekular”, yaitu
mempelajari molekul-molekul (bagian-bagian) dari perilaku berupa gerakan,
reflex, proses ketumbuhan, dan sebagainya.
3. Obyek Kajian
Biopsikologi
keunggulan
manusia sebagai objek kajian adalah manusia dapat mengikuti intruksi dengan
baik, manusia dapat melaporkan pengalaman subjektifnya, dan mudah dibersiahkan
namuan sebagai manusia kita memiliki barbagai etika yang tidak bisa dilanggar
yakni manusia tidak bisa jadi objek penenitian yang eksperimental.
-
Eksperimen
dan noneksperimen
ekperimen adalah metode yang digunakan
para ilmuan untuk menemukan apa penyebab dari suatu peristiwa untuk melaksanakan suatu eksperimen yang melibatkan mahluk hidup, eksperimen itu
pertama harus merancang dua kondisi atau lebih yang para subjeknya harus di
tes.
- Penelitian murni atau terapan
penelitian
murni adalah penelitian yang dimaksudkan oleh sang peneliti untuk memperoleh
pengetahun, penelitian murni menurut para ilmuan memiliki manfaat praktis yang
lebih besar dibandingkat terapan
penelitian terapan adalah peneliatian untuk mendapatka menfaat langsung bagi
manusia. biasanya tidak memiliki manfaat langsung yang praktis.
SEL SEBAGAI DASAR KEHIDUPAN MAKHLUK HIDUP
Makhluk hidup tersusun atas berbagai jenis sel yang berbeda,
tetapi semuanya memiliki karakter yang sama. Ada beberapa organisme yang
tubuhnya hanya terdiri dari satu sel. Segala fungsi hidup hanya
dijalankan oleh satu sel saja. Hal ini sungguh berbeda dengan organisme
multiseluler. Teori sel merupakan hal penting yang harus kita
pahami dalam kajian Biosel (Biologi Sel). Kita mengetahui bahwa Sel adalah unit
struktural dan fungsional terkecil penyusun tubuh mahluk hidup.
A.
Sel Sebagai Unit
Dasar Kehidupan
1.
Teori Sel
Kata sel berasal dari
bahasa Inggris “cell” yang artinya kotak kecil. Hal ini sesuai dengan
pengamatan yang dilakukan oleh Robert Hooke saat pertamakali melihat sel dari
sayatan tipis gabus dengan mikroskop buatannya sendiri. Yang tampak pada saat
itu hanyalah kotak-kotak kecil yang kosong tanpa isi.
Definisi sel
antara lain sebagai berikut :
·
Sel merupakan kesatuan struktural suatu makhluk hidup
·
Sel merupakan kesatuan fungsional dari kehidupan
·
Sel merupakan kesatuan pertumbuhan makhluk hidup
·
Sel merupakan kesatuan hereditas
Banyak sekali
ilmuwan-ilmuan yang berspekulasi atau mengamati bahwa tumbuhan dan hewan
tersusun atas sel pada abad ke-18 dan awal abad ke-19 telah, namun hal
tersebut masih diperdebatkan pada saat itu. Pada tahun 1838, ahli botani Jerman
Matthias Jakob Schleiden menyatakan bahwa semua tumbuhan terdiri atas
sel dan bahwa semua aspek fungsi tubuh tumbuhan pada dasarnya merupakan
manifestasi aktivitas sel. Ia juga menyatakan pentingnya nukleus (yang
ditemukan Robert Brown pada tahun 1831) dalam fungsi dan pembentukan
sel, namun ia salah mengira bahwa sel terbentuk dari nukleus. Pada tahun 1839, Theodor
Schwann, yang setelah berdiskusi dengan Schleiden menyadari bahwa ia
pernah mengamati nukleus sel hewan sebagaimana Schleiden mengamatinya
pada tumbuhan, menyatakan bahwa semua bagian tubuh hewan juga tersusun atas
sel. Menurutnya, prinsip universal pembentukan berbagai bagian tubuh semua
organisme adalah pembentukan sel.
Yang kemudian memerinci teori
sel sebagaimana yang dikenal dalam bentuk modern ialah Rudolf Virchow,
seorang ilmuwan Jerman lainnya. Pada mulanya ia sependapat dengan Schleiden
mengenai pembentukan sel. Namun, pengamatan mikroskopis atas berbagai proses
patologis membuatnya menyimpulkan hal yang sama dengan yang telah disimpulkan
oleh Robert Remak dari pengamatannya terhadap sel darah merah dan
embrio, yaitu bahwa sel berasal dari sel lain melalui pembelahan sel. Pada
tahun 1855, Virchow menerbitkan makalahnya yang memuat motonya yang
terkenal, omnis cellula e cellula (semua sel berasal dari sel).
2. Sifat
Dasar Sel
- Hidup
- Sel sangat kompleks dan
terorganisasi
- Sel mempunyai tata letak
organel yang konsisten dan bentuknya pun konsisten
- Sel memiliki program
genetik
- Organisme terbentuk
berdasarkan informasi yang dikode oleh gen.
- Sel mempunyai kemampuan
untuk memperbanyak diri
- Sel dihasilkan dari
pembelahan
- Sel memerlukan dan
menggunakan energi
- Sel melakukan berbagai
reaksi kimia
- Keseluruhan reaksi kimia
yang terjadi di dalam sel mewakili metabolisme sel tersebut.
- Sel melakukan berbagai
aktivitas mekanik
- Materi di transport dari
satu tempat ke tempat lain, struktur dibangun dan secara cepat dibongkar.
- Sel mampu memberikan
respon terhadap stimulan
- Sebagian besar sel
memiliki reseptor yang dapat berinteraksi dengan substansi lingkungan dengan
cara yang sangat spesifik.
- Sel mampu mengatur
dirinya sendiri
3.
Sel Prokariot dan Eukariot
Berdasarkan keadaan intinya, sel dibedakan dalam dua macam,
yaitu sel prokariot dan sel eukariot. Pada sel prokariot, materi (DNA) terdapat
dalam nukleoid yang tidak dibatasi oleh membran inti. Contoh sel prokariot
ialah bakteri dan ganggang biru yang termasuk Monera. Sedangkan pada sel
eukariot terdapat membran inti yang memisahkan materi inti (DNA dan
protein histon membentuk kromosom) dari sitoplasma. Sel eukariot dijumapai pada
tumbuhan, hewan, Cendawan, dan Protista.
Perbedaan Sel Prokariot
dengan Eukariot
|
Prokariot
|
Eukariot
|
Inti
|
Materi inti tanpa membran inti dan disebut nukleoid
|
Materi inti diselubungi membran inti dan disebut nukleus
|
Struktur DNA
|
Kromosom sirkular tunggal
|
Molekul linier yang berasosiasi dengan protein histon.
|
Sitoplasma
|
Tanpa organel bermembran kecuali mesosom yang merupakan
pelekukan membran plasma
|
Berisi berbagai organel bermembran, seperti kloroplas,
mitokondria, vakuola, RE, badan golgi, dan vesikel
|
Transport materi
|
Difusi sederhana
|
Transport materi secara langsung
|
Sitoskeleton
|
Tidak ada
|
ada
|
Pembelahan mitosis
|
Sederhana
|
Kompleks
|
Pembelahan meiosis
|
Tidak ada
|
ada
|
Reproduksi
|
Nonseksual, beberapa dapat berkonjugasi
|
Nonseksual dan seksual
|
4.
Macam-macam organela sel dan fungsinya
Organel sel antara lain
adalah retikulum endoplasma, mitokondia, badan golgi, kloroplas, nukleus,
lisosom, peroksisom, dan vakuola. Disamping organel yang dibungkus membran ada
pula organel yang tidak dibatasi membran seperti ribosom
1.
Retikulum endoplasma
Fungsinya antara lain :
·
Tempat biosintesis protein. Protein disintesis pada REG
·
Tempat penambahan molekul karbohidrat
·
Tempat biosinteis fospolipid dan kolesterol
·
Tempat detoksifikasi proses ini berlangsung pada REA sel-sel usus
dan ginjal
2.
Badan Golgi
Kompleks golgi berfungsi
sebagai:
·
Tempat glikosilasi
protein dan lipid, yaitu proses perakitan protein dan lipid berkarbohidrat
tinggi.
·
Berperan dalam pemulihan
membran sel
·
Berperan dalam
mencekresikan bahan tertentu yang dibutuhkan di luar sel. Bahan yang akan disekresikan
terlebih dahulu dikemas dalam vesikuli sekretoris atau granula sekretoris.
·
pada sel tumbuhan kompleks golgi juga berperan dalam perakitan
dinding sel.
3.
Lisosom dan peroksisom
Organel ini penting untuk
melindungi sel dari penimbunan H2O2. Pada biji yang sedang tumbuh perosisom
berperan dalam perimbakan asam lemak yang tersimpan dalam biji menjadi gula
yang diperlukan untuk tubuh.
4.
Mitokondria
Mitokondria mempunyai
banyak fungsi metabolik, terutama untuk menghasilkan energi pada metabolisme
karbohidrat dan lemak (disebut juga respirasi), sintesis ATP dan lain-lain.
5.
Kloroplas
Fungsi kloroplas adalah tempat fotosintesis
dan sintesis ATP pada sel tumbuhan.
6.
Sentrosoma
Sentrosoma merupakan argenel yang bentuknya agak bulat dan
terletak dekat ini. Pada sentrosoma terdapat dua sentriol yang tersusun tegak
lurus satu dengan yang lain. Sentrosoma berperan dalam pembelahan sel.
7.
Ribosom
Merupakan struktur terkecil yang terdapat dalam sel, dan
merupakan tempat berlangsungnya sintesis.
8.
Vakuola
Vakuola merupakan organel yang berisi cairan, dan dibatasi oleh
membran plasma, vakuola umumnya terdapat pada sel tumbuhan. Pada sel tumbuhan
yang muda terdapat banyak vakuola-vakuola kecil, tetapi dengan bertambahnya
umur sel, maka terbentuk vakuola tengah yang besar. Vakuola berfungsi untuk
menyimpan sementara bahan makan terlarut dan sia-sia metabolisme.
5. Komposisi sel berdasarkan
senyawa penyusunnya
1. Karbohidrat (sakarida)
Karbohidrat tersusun dari
3 jenis unsur yaitu Karbon, Oksigen dan Hidrogen dengan rumus umum Cn(H2O)n.
Melihat rumus empiris tersebut, maka senyawa ini dapat diduga sebagai ”hidrat
dari karbon”, sehingga disebut karbohidrat. Rumus empiris seperti itu tidak
hanya dimiliki oleh karbohidrat melainkan juga oleh hidrokarbon seperti asam
asetat. Oleh karena itu suatu senyawa termasuk karbohidrat tidak hanya ditinjau
dari rumus empirisnya saja, tetapi yang paling penting ialah rumus strukturnya.
Dari rumus struktur akan terlihat bahwa ada gugus fungsi penting yang terdapat
pada molekul karbohidrat yaitu gugus fungsi karbonil (aldehid dan keton).
Gugus-gugus fungsi itulah yang menentukan sifat senyawa tersebut. Berdasarkan
gugus yang ada pada molekul karbohidrat, maka senyawa tersebut didefinisikan
sebagai polihidroksialdehida dan polihidroksiketon. Istilah sakarida sendiri
berasal dari bahasa latin dan mengacu pada rasa manis senyawa karbohidrat
sederhana. Karbohidrat terbagi dalam 4 kelompok besar, yaitu :
1. Monosakarida (CnH2nOn)
Monosakarida (dari Bahasa Yunani mono: satu , sacchar:
gula) adalah senyawa karbohidrat dalam bentuk gula yang paling sederhana. Monosakarida yang tidak
bias dihidrolisis menjadi bagian yang lebih kecil. Monosakarida digolongkan
berdasarkan jumlah atom karbon yang dikandungnya (triosa, tetrosa, pentosa, heksosa)
2. Disakarida
Disakarida adalah
karbohidrat yang tersusun dari 2 molekul monosakarida, yang dihubungkan oleh
ikatan glikosida. Ikatan glikosida terbentuk antara atom C 1 suatu monosakarida
dengan atom O dari OH monosakarida lain. Hidrolisis 1 mol disakarida akan
menghasilkan 2 mol monosakarida.
2.
Lipida
Lipida dapat di ekstraksi dari jaringan sel hewan maupun tumbuham
memalui Lipid mencakup asam lemak, lemak netral, fosfolipid, glikolipid,
terpen, dan streroid.
Asam lemak berperan penting sebagai penyusun selaput plasma.
Macam-macam lipida yang terdapat didalam makhluk hidup :
·
Lipida sederhana ialah ester alcohol atau trigliserida yang asam
lemak dan alcohol.
·
Lipida gabungan merupakan ester asam lemak yang dihidrolisa
menghasilkan asam lemak, alcohol dan zat-zat yang lain. Lipida gabungan
terdapat dalam protoplasma sel hewan dan sel tumbuhan yaitu : fosfolipida,
spingolipida.
3.
Protein
Protein merupakan salah
satu dari biomolekul raksasa selain polisakarida, lipid dan polinukleotida yang
merupakan penyusun utama makhluk hidup. Molekul protein berukuran lebih
besar dibandingkan dengan karbohidrat dan lipida. Satuan penyusun protein
adalah asam amino. senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi
semua sel makhluk hidup dan virus.
4.
Asam Nukleat
Asam nukleat merupakan
salah satu makromolekul yang memegang peranan sangat penting dalam kehidupan
organisme karena di dalamnya tersimpan informasi genetik. Asam nukleat sering
dinamakan juga polinukleotida karena tersusun dari sejumlah molekul nukleotida
sebagai monomernya. Tiap nukleotida mempunyai struktur yang terdiri atas gugus
fosfat, gula pentosa, dan basa nitrogen atau basa nukleotida (basa N).
Ada dua macam asam nukleat, yaitu asam deoksiribonukleat atau deoxyribonucleic
acid (DNA) dan asam ribonukleat atau ribonucleic acid (RNA).