Selasa, 18 November 2014

Jangan Kembali

karya: salma loversa

Jangan datang lalu pergi lagi
jangan buatku tersenyum lalu menangis lagi
jangan membuat nyaman lalu menghilang
jangan peduli lalu diabaikan lagi
aku sudah lelah
lelah harus terus terjatuh saat aku mulai bangkit
Berkali-kali aku menghindar
berkali-kali kau temukan aku
kini aku harus benar-benar pergi
mengabaikanmu
menghapus tangisku
menyembuhkan luka ini
aku pergi bukan karena tak cinta lagi
tetatpi hati ini harus sembuh

Senin, 20 Oktober 2014

BIOPSIKOLOGI



PENGANTAR BIOPSIKOLOGI
1.      Pengertian dan ruang lingkup biopsikologi
Psikologi adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah. Para praktisi dalam bidang psikologi disebut para psikolog. Para psikolog berusaha mempelajari peran fungsi mental dalam perilaku individu maupun kelompok, selain juga mempelajari tentang proses fisiologis dan neurobiologis yang mempelajari perilaku
Biopsikologi adalah cabang ilmu yang mempelajari mengenai mekanisme perilaku dan pengalaman dari sisi fisiologi, evolusi, serta perkembangan. Manusia pada dasarnya mewarisi sifat-sifat fisik dari orang tuanya, atau juga nenek dan kakeknya secara genetik. Ciri-ciri ini nampak melalui aspek tinggi badan, warna kulit, warna mata, keadaan rambut lurus atau kerinting, ketebalan bibir dan sebagainya. Demikian pula ahli biopsikologi melihat bahawa sifat dan tingkah laku manusia juga mengalami pewarisan daripada induk asal. Sebagai contoh sifat pendiam, talkactive, dominan atau pasif adalah ciri-ciri sifat alamiah manusia dan tidak dipelajari melalui pengalaman.

2.      Keterkaitan Biologi dengan Kajian Biopsikologi
Sejauh mana hubungan psikologi dengan biologi? Biologi mempelajari kehidupan jasmaniah manusia atau hewan, yang bila dilihat dari objek materialnya, terdapat bidang yang sama dengan psikologis, hanya saja objek formalnya berbeda. Objek formal biologi adalah kehidupan jasmaniah (fisik), sedangkan objek formal psikologi adalah kegiatan atau tingkah laku manusia.
Menurut Bonner (dalam Sarwono, 1997:17), perbedaan psikologi dan biologi adalah sebagai berikut. Psikologi merupakan ilmu yang subjektif, sedangkan biologi adalah ilmu yang objektif. Psikologi disebut ilmu subjektif karena mempelajari pengindraan (sensation) dan persepsi manusia sehingga manusia dianggap sebagai subjek atau perilaku, bukan objek. Sebaliknya, biologi mempelajari manusia sebagai jasad atau objek. Jadi, perbedaan selanjutnya antara psikologi dan biologi adalah psikologi mempelajari nilai-nilai yang berkembang dari persepsi subjek, sementara biologi mempelajari fakta yang dipelajari perilaku secara “molar” (perilaku penyesuaian diri secara menyeluruh), sementara biologi (termasuk ilmu faal) mempelajari perilaku manusia secara “molekular”, yaitu mempelajari molekul-molekul (bagian-bagian) dari perilaku berupa gerakan, reflex, proses ketumbuhan, dan sebagainya.



3.      Obyek Kajian Biopsikologi 
  •   Manusia dan nonmanusia  
    keunggulan manusia sebagai objek kajian adalah manusia dapat mengikuti intruksi dengan baik, manusia dapat melaporkan pengalaman subjektifnya, dan mudah dibersiahkan namuan sebagai manusia kita memiliki barbagai etika yang tidak bisa dilanggar yakni manusia tidak bisa jadi objek penenitian yang eksperimental.  
  •   Eksperimen dan noneksperimen
    ekperimen adalah metode yang digunakan para ilmuan untuk menemukan apa penyebab dari suatu peristiwa untuk melaksanakan suatu eksperimen yang melibatkan mahluk hidup, eksperimen itu pertama harus merancang dua kondisi atau lebih yang para subjeknya harus di tes.
  • Penelitian murni atau terapan
    penelitian murni adalah penelitian yang dimaksudkan oleh sang peneliti untuk memperoleh pengetahun, penelitian murni menurut para ilmuan memiliki manfaat praktis yang lebih besar dibandingkat terapan
penelitian terapan adalah peneliatian untuk mendapatka menfaat langsung bagi manusia. biasanya tidak memiliki manfaat langsung yang praktis.

SEL SEBAGAI DASAR KEHIDUPAN MAKHLUK HIDUP

Makhluk hidup tersusun atas berbagai jenis sel yang berbeda, tetapi semuanya memiliki karakter yang sama. Ada beberapa organisme yang tubuhnya hanya terdiri dari satu sel. Segala fungsi hidup hanya dijalankan  oleh satu sel saja. Hal ini sungguh berbeda dengan organisme multiseluler. Teori sel  merupakan hal penting yang harus kita pahami dalam kajian Biosel (Biologi Sel). Kita mengetahui bahwa Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil penyusun tubuh mahluk hidup.
           
A.      Sel  Sebagai Unit Dasar Kehidupan

1.      Teori  Sel
Kata sel berasal dari bahasa Inggris “cell” yang artinya kotak kecil. Hal ini sesuai dengan pengamatan yang dilakukan oleh Robert Hooke saat pertamakali melihat sel dari sayatan tipis gabus dengan mikroskop buatannya sendiri. Yang tampak pada saat itu hanyalah kotak-kotak kecil yang kosong tanpa isi.
        Definisi sel antara lain sebagai berikut : 
·         Sel merupakan kesatuan struktural suatu makhluk hidup
·         Sel merupakan kesatuan fungsional dari kehidupan
·         Sel merupakan kesatuan pertumbuhan makhluk hidup
·         Sel merupakan kesatuan hereditas
Banyak sekali ilmuwan-ilmuan yang berspekulasi atau mengamati bahwa tumbuhan dan hewan tersusun atas sel pada abad ke-18 dan awal abad ke-19 telah, namun hal tersebut masih diperdebatkan pada saat itu. Pada tahun 1838, ahli botani Jerman Matthias Jakob Schleiden menyatakan bahwa semua tumbuhan terdiri atas sel dan bahwa semua aspek fungsi tubuh tumbuhan pada dasarnya merupakan manifestasi aktivitas sel. Ia juga menyatakan pentingnya nukleus (yang ditemukan Robert Brown pada tahun 1831) dalam fungsi dan pembentukan sel, namun ia salah mengira bahwa sel terbentuk dari nukleus. Pada tahun 1839, Theodor Schwann, yang setelah berdiskusi dengan Schleiden menyadari bahwa ia pernah mengamati nukleus sel hewan sebagaimana Schleiden mengamatinya pada tumbuhan, menyatakan bahwa semua bagian tubuh hewan juga tersusun atas sel. Menurutnya, prinsip universal pembentukan berbagai bagian tubuh semua organisme adalah pembentukan sel.
Yang kemudian memerinci teori sel sebagaimana yang dikenal dalam bentuk modern ialah Rudolf Virchow, seorang ilmuwan Jerman lainnya. Pada mulanya ia sependapat dengan Schleiden mengenai pembentukan sel. Namun, pengamatan mikroskopis atas berbagai proses patologis membuatnya menyimpulkan hal yang sama dengan yang telah disimpulkan oleh Robert Remak dari pengamatannya terhadap sel darah merah dan embrio, yaitu bahwa sel berasal dari sel lain melalui pembelahan sel. Pada tahun 1855, Virchow menerbitkan makalahnya yang memuat motonya yang terkenal, omnis cellula e cellula (semua sel berasal dari sel).

2.            Sifat Dasar Sel
  • Hidup  
  • Sel sangat kompleks dan terorganisasi
  • Sel mempunyai tata letak organel yang konsisten dan bentuknya pun konsisten
  • Sel memiliki program genetik
  • Organisme terbentuk berdasarkan informasi yang dikode oleh gen.
  •  Sel mempunyai kemampuan untuk memperbanyak diri
  • Sel dihasilkan dari pembelahan
  • Sel memerlukan dan menggunakan energi
  • Sel melakukan berbagai reaksi kimia
  • Keseluruhan reaksi kimia yang terjadi di dalam sel mewakili metabolisme sel tersebut.
  • Sel melakukan berbagai aktivitas mekanik
  • Materi di transport dari satu tempat ke tempat lain, struktur dibangun dan secara cepat dibongkar.
  • Sel mampu memberikan respon terhadap stimulan
  • Sebagian besar sel memiliki reseptor yang dapat berinteraksi dengan substansi lingkungan dengan cara yang sangat spesifik.
  • Sel mampu mengatur dirinya sendiri

3.      Sel Prokariot dan Eukariot
Berdasarkan keadaan intinya, sel dibedakan dalam dua macam, yaitu sel prokariot dan sel eukariot. Pada sel prokariot, materi (DNA) terdapat dalam nukleoid yang tidak dibatasi oleh membran inti. Contoh sel prokariot ialah bakteri dan ganggang biru yang termasuk Monera. Sedangkan pada sel eukariot  terdapat membran inti yang memisahkan materi inti (DNA dan protein histon membentuk kromosom) dari sitoplasma. Sel eukariot dijumapai pada tumbuhan, hewan, Cendawan, dan Protista.
Perbedaan Sel Prokariot dengan Eukariot


Prokariot
Eukariot
Inti
Materi inti tanpa membran inti dan disebut nukleoid
Materi inti diselubungi membran inti dan disebut nukleus
Struktur DNA
Kromosom sirkular tunggal
Molekul linier yang berasosiasi dengan protein histon.
Sitoplasma
Tanpa organel bermembran kecuali mesosom yang merupakan pelekukan membran plasma
Berisi berbagai organel bermembran, seperti kloroplas, mitokondria, vakuola, RE, badan golgi, dan vesikel
Transport materi
Difusi sederhana
Transport materi secara langsung
Sitoskeleton
Tidak ada
ada
Pembelahan mitosis
Sederhana
Kompleks
Pembelahan meiosis
Tidak ada
ada
Reproduksi
Nonseksual, beberapa dapat berkonjugasi
Nonseksual dan seksual



4.      Macam-macam organela sel dan fungsinya
Organel sel antara lain adalah retikulum endoplasma, mitokondia, badan golgi, kloroplas, nukleus, lisosom, peroksisom, dan vakuola. Disamping organel yang dibungkus membran ada pula organel yang tidak dibatasi membran seperti ribosom
  1.      Retikulum endoplasma
Fungsinya antara lain :
·          Tempat biosintesis protein. Protein disintesis pada REG
·          Tempat penambahan molekul karbohidrat
·          Tempat biosinteis fospolipid dan kolesterol
·          Tempat detoksifikasi proses ini berlangsung pada REA sel-sel usus dan ginjal


2.      Badan Golgi
Kompleks golgi berfungsi sebagai:
·         Tempat glikosilasi protein dan lipid, yaitu proses perakitan protein dan lipid berkarbohidrat tinggi.
·         Berperan dalam pemulihan membran sel
·         Berperan dalam mencekresikan bahan tertentu yang dibutuhkan di luar sel. Bahan yang akan disekresikan terlebih dahulu dikemas dalam vesikuli sekretoris atau granula sekretoris.
·          pada sel tumbuhan kompleks golgi juga berperan dalam perakitan dinding sel.
3.      Lisosom dan peroksisom
Organel ini penting untuk melindungi sel dari penimbunan H2O2. Pada biji yang sedang tumbuh perosisom berperan dalam perimbakan asam lemak yang tersimpan dalam biji menjadi gula yang diperlukan untuk tubuh.
4.      Mitokondria
Mitokondria mempunyai banyak fungsi metabolik, terutama untuk menghasilkan energi pada metabolisme karbohidrat dan lemak (disebut juga respirasi), sintesis ATP dan lain-lain.
5.      Kloroplas
       Fungsi kloroplas adalah tempat fotosintesis dan sintesis ATP pada sel tumbuhan.



6.      Sentrosoma
Sentrosoma merupakan argenel yang bentuknya agak bulat dan terletak dekat ini. Pada sentrosoma terdapat dua sentriol yang tersusun tegak lurus satu dengan yang lain. Sentrosoma berperan dalam pembelahan sel.
7.      Ribosom
Merupakan struktur terkecil yang terdapat dalam sel, dan merupakan tempat berlangsungnya sintesis.
8.       Vakuola
Vakuola merupakan organel yang berisi cairan, dan dibatasi oleh membran plasma, vakuola umumnya terdapat pada sel tumbuhan. Pada sel tumbuhan yang muda terdapat banyak vakuola-vakuola kecil, tetapi dengan bertambahnya umur sel, maka terbentuk vakuola tengah yang besar. Vakuola berfungsi untuk menyimpan sementara bahan makan terlarut dan sia-sia metabolisme.
5.      Komposisi sel berdasarkan senyawa penyusunnya
1.     Karbohidrat (sakarida)
Karbohidrat tersusun dari 3 jenis unsur yaitu Karbon, Oksigen dan Hidrogen dengan rumus umum Cn(H2O)n. Melihat rumus empiris tersebut, maka senyawa ini dapat diduga sebagai ”hidrat dari karbon”, sehingga disebut karbohidrat. Rumus empiris seperti itu tidak hanya dimiliki oleh karbohidrat melainkan juga oleh hidrokarbon seperti asam asetat. Oleh karena itu suatu senyawa termasuk karbohidrat tidak hanya ditinjau dari rumus empirisnya saja, tetapi yang paling penting ialah rumus strukturnya. Dari rumus struktur akan terlihat bahwa ada gugus fungsi penting yang terdapat pada molekul karbohidrat yaitu gugus fungsi karbonil (aldehid dan keton). Gugus-gugus fungsi itulah yang menentukan sifat senyawa tersebut. Berdasarkan gugus yang ada pada molekul karbohidrat, maka senyawa tersebut didefinisikan sebagai polihidroksialdehida dan polihidroksiketon. Istilah sakarida sendiri berasal dari bahasa latin dan mengacu pada rasa manis senyawa karbohidrat sederhana. Karbohidrat terbagi dalam 4 kelompok besar, yaitu :
1.      Monosakarida (CnH2nOn)
Monosakarida (dari Bahasa Yunani  mono: satu , sacchar: gula) adalah senyawa karbohidrat  dalam bentuk  gula yang paling sederhana. Monosakarida yang tidak bias dihidrolisis menjadi bagian yang lebih kecil. Monosakarida digolongkan berdasarkan jumlah atom karbon yang dikandungnya (triosa, tetrosa, pentosa, heksosa)
2.      Disakarida
Disakarida adalah karbohidrat yang tersusun dari 2 molekul monosakarida, yang dihubungkan oleh ikatan glikosida. Ikatan glikosida terbentuk antara atom C 1 suatu monosakarida dengan atom O dari OH monosakarida lain. Hidrolisis 1 mol disakarida akan menghasilkan 2 mol monosakarida.
2.      Lipida
Lipida dapat di ekstraksi dari jaringan sel hewan maupun tumbuham memalui  Lipid mencakup asam lemak, lemak netral, fosfolipid, glikolipid, terpen, dan streroid.
Asam lemak berperan penting sebagai penyusun selaput plasma.
Macam-macam lipida yang terdapat didalam makhluk hidup :
·         Lipida sederhana ialah ester alcohol atau trigliserida yang asam lemak dan alcohol.
·         Lipida gabungan merupakan ester asam lemak yang dihidrolisa menghasilkan asam lemak, alcohol dan zat-zat yang lain. Lipida gabungan terdapat dalam protoplasma sel hewan dan sel tumbuhan yaitu : fosfolipida, spingolipida.

3.      Protein
Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa selain polisakarida, lipid dan polinukleotida yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Molekul protein berukuran lebih besar dibandingkan dengan karbohidrat dan lipida. Satuan penyusun protein adalah asam amino. senyawa organik  kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
4.      Asam Nukleat
Asam nukleat merupakan salah satu makromolekul yang memegang peranan sangat penting dalam kehidupan organisme karena di dalamnya tersimpan informasi genetik. Asam nukleat sering dinamakan juga polinukleotida karena tersusun dari sejumlah molekul nukleotida sebagai monomernya. Tiap nukleotida mempunyai struktur yang terdiri atas gugus fosfat, gula pentosa, dan basa nitrogen atau basa nukleotida (basa N).  Ada dua macam asam nukleat, yaitu asam deoksiribonukleat atau deoxyribonucleic acid (DNA) dan asam ribonukleat atau ribonucleic acid (RNA).

Konsep Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan



Pendekatan Kesusastraan
Ilmu budaya dasar, yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris the humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus.
Untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu, yaitu the humanities, disamping tanggung jawabnya yang lain. Apa yang dimasukkan kedalam the humanities masih dapat diperdebatkan, dan kadang-kadang disesuaikan dengan keadaan dan waktu. Pada umunmya the humanities mencakup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya tennasuk sastra, sejarah, cerita rakyat, clan. sebaginya. Pada pokoknya semua mempelajari masalah manusia dan budaya. Karena itu ada yang menterjemahkan the humanities menjadi ilmu-ilmu kemanusiaan, ada juga yang menterjemahkan menjadi pengetahuan budaya.
Karena seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normatif, seni lebih mudah berkomunikasi. Karena tidak normatif, nilai-nilai yang disampaikannya lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaiannya.

Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan Dengan Prosa
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa itu sendiri berasal dari bahasa Latin “prosa” yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karena itu, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya. Prosa juga dibagi dalam dua bagian, yaitu prosa lama dan prosa baru, prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat, dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun. Prosa terbagi atas dua jenis, yaitu prosa lama dan prosa baru.
Lima Komponen Dalam Prosa Lama :
1. Dongeng-dongeng
2. Hikayat
3. Sejarah
4. Epos
5. Cerita pelipur lara
Lima Komponen Dalam Prosa Baru :
1. Cerita pendek
2. Roman/ novel
3. Biografi
4. Kisah
5. Otobiografi

Nilai-nilai Dalam Prosa Fiksi 
Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau lcarya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita. Dengan pezicataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra. Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
·         Prosa fiksi memberikan kesenangan
Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dan membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu peristiwa atau kejadian yang dikisahkan. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing, yang belum dikunjunginya atau yang tak mungkin dikunjungi selama hidupnya. Pembaca juga dapat mengenal tokoh-tokoh yang aneh atau asing tingkah lakunya atau mungkin rumit perjalanan hidupnya untuk mencapai sukses.
·         Prosa fiksi memberikan infonnasi
Fiksi memberikan sejenis infonnasi yang tidak terdapat di dalam ensildopedi. Dalam novel sexing kita dapat belajan sesuatu yang lebih datipada sejarah atau laporan jumalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali.
·         Prosa fiksi memberikan warisan kultural
Prosa fiksi dapat menstimuli imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.
·         Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman¬pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan labih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.

Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan Dengan Puisi
Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποι (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya. Puisi adalah bentuk karangan yang tidak terikat oleh rima, ritme ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat.
Kreativitas Penyair Dalam Membangun Puisinya, yaitu ;
• Figura bahasa
• Kata-kata yang ambiquitas
• Kata-kata berjiwa
• Kata-kata yang konotatif
• Pengulangan

            Adapun alasan-alasan yang Mendasari Penyajian Puisi Dalam IBD, yaitu salah satunya adalah hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia. Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut “pengalaman perwakilan”. Ini berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasamya untuk lebih menghidupkan kembali pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang tethatas.Dengan pengalaman perwakilan itulah sastra/puisi dapat memberikan kepada para mahasiswa untuk memiliki kesadaran (insight-wawasan) yang penting untuk dapat melihat dan mengerti banyak tentang dirinya sendiri serta tentang masyarakat.